Transformasi Lirik Astu Gending Tunjang Grindem Dalam Wujud Karya Tari Kontemporer
DOI:
https://doi.org/10.59997/journalofdance.v3i1.2375Abstract
Karya Tari Sângga merupakan tari kontemporer yang bersumber dari Gending Tunjang Rangda yaitu Gending Tunjang Grindem. Mengangkat arti liriknya yang berjudul Astu, mengandung arti penghormatan kepada Durga sebagai sosok ibu. Ide karya ini adalah Durga sebagai ibunya alam semesta dengan sifat-sifat yang beliau miliki.
Tema yang digunakan adalah pemuliaan kepada ibu. Digunakannya tema ini sesuai dengan fenomena yang ada saat ini mengenai ibu, banyak ibu yang dilawan oleh anaknya bahkan ditelantarkan oleh anaknya sendiri. Pencipta juga menggunakan ragam gerak Tari Legong Lasem gaya Peliatan, Tari Bapang Gede Joged Pingitan gaya Batuan, dan ciri khas lukisan dari I Gusti Nyoman Lempad yang pencipta gabungkan dan kembangkan untuk menjadi ciri khas visual sosok Durga sebagai ibu alam semesta.
Karya Tari Sângga didukung oleh dua orang penari putra yang diiringi musik tari penggabungan dari musik Tari Legong dan Gending Tunjang. Pencipta menggunakan tiga tahapan penciptaan oleh Alma M. Hawkins yaitu tahap penjajagan, tahap percobaan, dan tahap pembentukan. Adapun struktur karya tarinya dibagi menjadi bagian satu, dua, dan tiga. Melalui tiga tahapan ini, karya tari ini dapat terwujud dengan judul karya Sângga.
Kata Kunci: Sângga, Durga, Legong, Kontemporer.
Additional Files
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 I Dewa Putu Kresna Riawan, Dyah Kustiyanti, Ida Ayu Wayan Arya Satyani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Volume 2 Nomor 1, Juni 2022