Tari Samsaya Citta: Sebuah Transformasi Konsep Keraguan Perempuan Pasca Pernikahan Menjadi Kesadaran Dalam Bentuk Karya Tari Kontemporer

Authors

  • Ni Nyoman Wina Kristina Dewi Institut Seni Indonesia Bali
  • Anak Agung Ketut Oka Adnyana Institut Seni Indonesia Bali
  • Ni Komang Sri Wahyuni Institut Seni Indonesia Bali

DOI:

https://doi.org/10.59997/jijod.v6i1.6532

Abstract

Samsaya Citta merupakan karya tari yang mengangkat tema perjalanan batin perempuan dalam memaknai kehidupan setelah memasuki dunia pernikahan, terutama terkait anggapan bahwa pernikahan adalah beban yang menimbulkan ketakutan. Karya ini diciptakan tidak hanya sebagai pertunjukan estetis, tetapi juga sebagai medium refleksi untuk menunjukkan bahwa persepsi negatif tersebut tidak selalu benar dan tidak semua pengalaman orang lain menjadi kenyataan bagi setiap individu. Proses penciptaan karya berlandaskan teori estetika Djelantik serta menggunakan metode penciptaan Langon yang mencakup tahap ungon (penggalian ide), ingon (penguatan konsep melalui riset dan perancangan struktur), dan angon (eksekusi karya secara kolaboratif). Wujud karya disajikan dalam bentuk tari kelompok yang melibatkan delapan penari perempuan, menggambarkan perjalanan dari masa lajang, munculnya isu-isu yang menimbulkan ketakutan terhadap pernikahan, hingga kesadaran bahwa setiap perjalanan hidup bersifat berbeda. Karya ini memadukan koreografi kontemporer, tata rias minimalis bold, tata busana, iringan musik MIDI, serta elemen artistik seperti video projection, lampu tangan, dan lampu lilin elektrik . Pertunjukan dipresentasikan di panggung proscenium Natya Mandala ISI Bali dengan durasi 12 menit. Secara keseluruhan, Samsaya Citta mengusung pesan bahwa seseorang tidak seharusnya takut melangkah hanya karena terpengaruh oleh perkataan orang lain

Additional Files

Published

2026-06-24