Tari Cakra Wimba: Transformasi Cakra Tubuh Manusia Dalam Karya Tari

Authors

  • Ni Putu Putri Laksmi Laksmi Institut Seni Indonesia Bali
  • Sulistyani Institut Seni Indonesia Bali
  • I Wayan Adi Gunarta Institut Seni Indonesia Bali

DOI:

https://doi.org/10.59997/jijod.v6i1.6957

Abstract

Karya tari Cakra Wimba merupakan sebuah karya tari kreasi baru yang mengangkat tentang cakra dalam tubuh manusia yang terdiri dari tujuh cakra utama, yaitu Cakra Muladhara, Cakra Swadhistana, Cakra Manipura, Cakra Anahata, Cakra Visudha, Cakra Ajna, dan Cakra Sahasrara. Pada karya ini mentransformasikan tujuh bagian cakra ke dalam gerak tari mulai dari proses penyeimbangan, pembangkitan, hingga mendapatkan keseimbangan cakra dalam diri. Cakra Wimba berasal dari Bahasa Jawa Kuna yang terdiri dari dua kata, “Cakra” berarti roda, sedangkan “Wimba” yang berarti sinar atau cahaya. Tarian ini bertemakan religi yang dibawakan secara berkelompok dengan menggunakan tujuh orang penari putri. Metode penciptaan yang digunakan yaitu Angripta Sesolahan (menciptakan tari-tarian) yang tahapannya terdiri dari ngarencana, nuasen, makalin, nelesin, dan ngebah. Tari Cakra Wimba menggunakan media aplikasi Musical Instrumen Digital Interface (MIDI) sebagai musik pengiringnya dengan menggunakan sampel gamelan Semar Pegulingan Saih Pitu yang berdurasi 11 menit. Sisi kebaruan dalam karya ini terdapat pada pergantian kostum dari segi desain angkin warna putih yang dibuka secara cepat dengan durasi waktu 1 detik sehingga berfungsi menjadi angkin dan kamen sesuai dengan warna cakra yaitu merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu. Selain itu, terdapat juga gerak-gerak baru yang dijadikan identitas dari karya ini, yaitu agem, nyelendo, manggilingan, ngipek cakra, ngembat, dan ngitir.

 

Additional Files

Published

2026-06-23