KALITUHAYUAN

Penulis

  • Ni Kadek Tiana Gangga Dewi
  • Tjokorda Istri Putra Padmini
  • Gusti Ayu Ketut Suandewi

Abstrak

Kalituhayuan memiliki arti indah atau cantik yang diambil dari dasar kata listuayu, jadi kalituhayuan merupakan
kecantikan atau keindahan. Tarian ini menggambarkan Ni Pollok yang merupakan seorang penari Legong dan juga
seorang model dari lukisan Le Mayure. Ketertarikan pencipta dalam proses penciptaan karya tari Kalituhayuan
didorong oleh adanya faktor lingkungan pencipta yang menggeluti dunia seni tari dan juga sering menjadi model tata
rias Bali.
Proses penciptaan tari Kalituhayuan mengacu pada metode penciptaan karya tari yang disebut angripta
sesolahan. Metode ini terdiri dari 5 prinsip tahapan yaitu ngerencana, nuasen, makalin, nelesin, dan ngebah. Dalam
penataan karya tari ini, pencipta juga mengumpulkan data dari sumber pustaka, sumber diskografi dan juga sumber
informasi.
Kalituhayuan merupakan garapan tari kreasi baru yang ditarikan enam orang penari putri dengan postur
tubuhnya menyerupai pencipta. Tata rias yang digunakan yaitu tata rias minimalis panggung, serta tata busana yang
digunakan bernuansa putih, coklat dan merah. Karya ini menggunakan properti kipas, yang merupakan ciri khas tari
Legong dan berbentuk seperti kuas, serta diiringi dengan Gamelan Semara Pagulingan dan menggunakan vokal gerong
untuk menambahkan suasana di setiap bagiannya.
Kata Kunci : Kalituhayuan, Ni Pollok, Model dan Legong.

##submission.additionalFiles##

Diterbitkan

2021-11-04

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama