TARI KREASI SAGUNG WAH

Penulis

  • I Gusti Ayu Agung Adi Sartika Dewi
  • Ni Made Arshiniwati
  • Gusti Ayu Ketut Suandewi

Abstrak

Tari kreasi Sagung Wah terinspirasi oleh kisah heroik Sagung Ayu Wah sebagai seorang perempuan muda
yang berjuang melawan pasukan penjajah yang ingin menguasai wilayah kerajaannya yaitu Kerajaan Tabanan.
Kisah perjuangan Sagung Wah tertulis juga dalam Babad Arya Tabanan dan Ratu Tabanan. Kisah heroik Sagung
Ayu Wah ini kemudian dituangkan ke dalam bentuk tari kreasi. Tari Kreasi baru merupakan jenis tarian yang telah
diberi pola garapan yang telah dikembangkan serta disempurnakan kembali sehingga dapan menciptakan pola
gerak baru. Pencipta memilih gerak tari yang dikreasikan namun masih berpijak pada pola gerak tradisi agar
mendapatkan kebebasan dalam bergerak serta berimajinasi.
Metode yang pencipta gunakan dalam menggarap karya tari ini adalah metode penciptaan Alma M.
Hawkins yang terdiri atas tahap penjajagan (eksploration), tahap percobaan (improvisation), dan tahap
pembentukan (forming). Ketiga metode tersebut berhasil pencipta terapkan dalam menggarap karya ini bersama
para pendukung tari. Tujuan terciptanya tari kreasi ini adalah untuk mengenang kisah serta jasa seorang Sagung
Wah dalam mempertahankan wilayah Kerajaan Tabanan sekaligus sebagai wujud apresiasi sebagai kaum wanita
daerah Tabanan.
Tari kreasi Sagung Wah ditarikan oleh delapan orang penari terdiri atas lima orang penari perempuan dan
tiga penari laki-laki. Tata rias pada garapan ini menggunakan tata rias soft namun tetap menajamkan bagian mata
agar sesuai dengan konsep busana yang digunakan. Busana dari karya ini memadukan warna antara putih yang
memiliki makna suci serta warna gold dan hitam akan terlihat megah dan berwibawa. Penggarapan tari kreasi
Sagung Wah dikemas dalam lima struktur yaitu, flashback, papeson, pangawak, pangecet, pasiat, dan panyuwud.
Garapan yang berdurasi 12 menit ini diiringi dengan gamelan Semara Pegulingan.
Kata Kunci : Sagung Wah, Kerajaan Tabanan, Tari Kreasi, Penciptaan.

##submission.additionalFiles##

Diterbitkan

2021-11-04

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama