Tari Kreasi Mapepare

Penulis

  • Putu Devia Maharani
  • Ni Nyoman Manik Suryani
  • Ida Ayu Wimba Ruspawati

Abstrak

Mapepare adalah sebuah karya tari kreasi baru yang menggambarkan tentang kegiatan sekelompok wanita
Tenganan Pegringsingan yang mempersembahkan banten Pepare pada saat Ngusaba Kasa di Desa Tenganan
Pegringsingan. Setiap prosesi upacara yang diselenggarakan di Desa Tenganan Pegringsingan membutuhkan persiapan
yang matang baik dari segi fisik maupun dari segi mental, karena apabila terjadi hal yang tidak diinginkan dalam prosesi
akan dikenakan sanksi adat. Hal ini berlaku dalam prosesi mesuunan banten Pepare, apabila salah satu masyarakat yang
bertugas dalam mesuunan banten Pepare tersebut dengan tidak sengaja menjatuhkan salah satu unsur dalam
upakara/banten Pepare akan dikenakan sanksi adat yang berlaku di Desa Tenganan Pegringsingan. Metode penciptaan
yang digunakan dalam karya tari Mapepare adalah metode penciptaan oleh Alma M. Hawkins yang mencangkup tahap
penjajagan (exploration), tahap percobaan (improvisation), dan pembentukan (forming), sehingga melahirkan pola-pola
gerak baik bentuk fisiknya, serta eksplorasi ide sehingga muncul konsep karya yang akan digarap. Karya tari Mapepare
menggunakan konsep kelompok besar dengan tujuh orang penari wanita. Pola gerak yang digunakan bersumber dari
gerak-gerak dalam tari Bali seperti agem, tandang, tangkis, dan tangkep yang kemudian dikembangkan kembali sesuai
dengan ide dan tema yang digunakan. Properti yang digunakan yaitu banten Pepare yang disuun oleh para penari. Musik
iringan yang digunakan yaitu gamelan Selonding. Durasi keseluruhan karya adalah 13 menit, karya tari Mapepare
dipentaskan di Sanggar Pelangi Budaya Nusantara, Denpasar.
Kata kunci: Mapepare, mesuunan, sanksi adat

##submission.additionalFiles##

Diterbitkan

2021-11-04