TARI SAKANAYA CERMINAN MORAL MANUSIA

Penulis

  • I Wayan Krisna Ananta Kusuma
  • I Nyoman Cerita
  • I Wayan Sutirtha

Abstrak

Sumber kreatif karya tari Sakanaya bersumber dari tokoh Sengkuni yang merupakan tokoh antagonis sebagai
sumber konflik dalam cerita Mahabharata. Kecerdasan dan kemampuan yang dimilikinya membuat ia terlarut akan
kehancuran, karena tidak dapat mengendalikan enam musuh yang ada dalam dirinya (Sad Ripu)
Penciptaan karya tari ini menggunakan teori Imajinasi yang berarti daya untuk membentuk gambaran (imaji)
dan teori Estetika yang berarti keindahan. Proses mewujudkannya ke dalam karya tari kreasi menggunakan metode
penciptaan dalam buku Mencipta Lewat Tari oleh Y. Sumandiyo Hadi, terjemahan dari buku Creating Trough Dance
oleh Alma M. Hawkins dengan tahapan eksplorasi, improvisasi, dan pembentukan. Eksplorasi adalah berpikir,
berimajinasi, dan merespon, dengan melakukan riset sumber kreatif, menentukan ide dan tema garapan, perancangan
konsep garapan, pemilihan penari, pemilihan komposer serta pemain iringan dan pemilihan tempat latihan; Improvisasi
merupakan proses penuangan konsep karya kepada pelaku tari dan masa percobaan, Tahap terakhir pembentukan adalah
proses menyatukan dan merangkai pola gerak, struktur garapan, musik, dan pembentukan secara keseluruhan.
Karya tari ini dikemas dalam karya tari kreasi, dengan tema kehidupan sosial. Ditarikan dengan tujuh orang
penari, diiringi gamelan Semarandhana. Terwujudnya karya tari ini diharapkan dapat menyadarkan setiap manusia bahwa
pentingnya intropeksi diri untuk tetap menjaga keutuhan atau keharmonisan dalam kehidupan sesama manusia.
Kata Kunci: Sakanaya, Sengkuni, Sad Ripu, Kreasi

##submission.additionalFiles##

Diterbitkan

2021-11-04

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama