PENGGABUNGAN DUA GENRE TARI KE DALAM BENTUK KAKEBYARAN

Penulis

  • Putu Angga Pratama
  • I Ketut Sariada
  • I Nyoman Cerita

Abstrak

Kebyar Jang merupakan sebuah karya tari yang bersumber dari Tari Truna Jaya dan Tari Rejang Sakral Lanang.
Kedua genre tari tersebut memilki karkater dan pola gerak yang berbeda, kemudian pencipta gabungkan untuk melahirkan
sebuah karya tari baru dengan menggunakan tema spirit kombinasi. Tujuan dari penciptaan karya Tari Kebyar Jang adalah
untuk melestarikan sekaligus memperkenalkan kesenian yang ada di daerah Buleleng khususnya seni tari.
Penciptaan karya tari ini menggunakan metode angripta-sasolahan oleh I Kt. Suteja dengan tahapan:
ngarencana, nuasen, makalin, nelesin dan ngebah. Ngarencana dilakukan dengan observasi, berfikir,dan berimajinasi
terhadap sumber kreatif yang digunakan. Nuasen adalah upacara ritual sebelum melakukan improvisasi gerak yang
dilakukan dengan melaksanakan persembahyangan diiukti oleh semua penari. Makalin dilakukan dengan cara memilih
unsur-unsur pendukung karya serta melakukan improvisasi gerak. Nelesin merupakan tahap pemebentukan yang
dilakukan dengan cara merangkum hasil improvisasi gerak yang telah didapatkan. Ngebah adalah tahap pentas pertama
yang dilakukan untuk mengetahui wujud karya dan mendapatkan hasil evaluasi. Menggunakan teori imajinasi, simbol
dan estetika untuk membantu dalam proses penciptaan.
Karya tari ini dikemas ke dalam bentuk tari kakebyaran yang ditarikan oleh 6 orang penari laki-laki dengan
menggunakan properti kipas. Menggunakan tata rias dan busana kombinasi antara tari rejang dengan tari kakebyaran.
Diiringi dengan gamelan Semarandhana yang dapat mendukung suasana dari setiap struktur yang ditampilkan.
Kata Kunci: Kebyar Jang, Tari Kakebyaran, Tari Truna Jaya, Tari Rejang Sakral Lanang

##submission.additionalFiles##

Diterbitkan

2021-11-04

Cara Mengutip

Putu Angga Pratama, I Ketut Sariada, dan I Nyoman Cerita. “PENGGABUNGAN DUA GENRE TARI KE DALAM BENTUK KAKEBYARAN”. Jurnal IGEL : Journal Of Dance 1, no. 2 (November 4, 2021): 79–83. Diakses Agustus 11, 2022. https://jurnal2.isi-dps.ac.id/index.php/igel/article/view/869.

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama