PENCIPTAAN KARYA TEATER BAYANG RAGA NUSANTARA DOOMED ROMANCE

Penulis

  • Gede Putra Arya Bagus Gunawan Institut Seni Indonesia Denpasar image/svg+xml
  • I Made Marajaya Institut Seni Indonesia Bali
  • I Gusti Putu Sudarta Institut Seni Indonesia Bali

DOI:

https://doi.org/10.59997/dmr.v5i1.4825

Kata Kunci:

Sri Tanjung, Shadow Theatre, Shadow Puppet

Abstrak

Pada studi projek independent ini, pengkarya berkeinginan untuk menemukan solusi dalam memuaskan hasrat penonton pada masa kini, sekaligus cara untuk mengemas sebuah karya pertunjukan agar mampu menarik antusias dan minat penonton, serta mengembangkan kemampuan individu pengkarya dalam menyajikan sebuah karya seni pertunjukan. Pertunjukan Teater Bayang: Raga Nusantara mengadaptasi teknik tradisional pewayangan Bali yang kemudian dipadukan dan dikemas pada sebuah pertunjukan teater modern yang mengangkat kisah asmara Sri Tanjung dan Sidapaksa, yang dipercaya oleh kalangan masyarakat khususnya kalangan masyarakat Banyuwangi. Karya teater bayang Raga Nusantara menerapkan metode dari Eko Supriyanto yang ditulis pada buku “Ikat Kait Impulsif Sarira” yakni Re-Visiting, Re-Questioning, Re-Interpreting. Karya ini berjudul Doomed Romance diartikan sebagai romansa yang hancur atau cinta yang hancur. Karya teater bayang dengan judul Doomed Romance berangkat dari fenomena sosial yang berkembang di kalangan generasi muda, terutama dalam kaitannya dengan dinamika hubungan asmara. Fenomena ini mencerminkan berbagai aspek kehidupan generasi muda yang tengah mengalami proses pencarian identitas, eksistensi diri, dan pemaknaan cinta dalam konteks sosial yang terus berubah. Hubungan asmara sering kali menjadi bagian penting dari kehidupan mereka, karena tidak hanya melibatkan emosi, tetapi juga interaksi sosial yang kompleks. Karya ini mengisahkan perjalanan asmara Sri Tanjung dan Sidapaksa yang dipenuhi dengan rintangan dan godaan, yang menjadi dinamika perjalanan kisah asmara mereka. Kisah ini memiliki banyak pesan moral dan makna yang dapat disampaikan, khususnya di bidang asmara dan menjaga kepercayaan. Kisah ini dinilai relevan dengan fenomena yang terjadi pada kalangan generasi muda yang sedang menjalani dinamika hubungan sosial atau hubungan asmara, oleh sebab itu pengkarya memilih kisah ini pada karya teater bayang raga nusantara.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

[1] B. Sunarto, Epistemologi Penciptaan Seni. Yogyakarta: IDEA Press Yogyakarta.

[2] E. Supriyanto, Ikat Kait Impulsif Sarira. Yogyakarta: Garudhawaca, 2020.

[3] H. Tejoworo, Imaji dan Imajinasi: Suatu Telaah Filsafat Postmodern. Yogyakarta: Kanisius, 2001.

[4] S. Mulyono, Wayang: Asal Usul, Filsafat dan Masa Depannya. Jakarta: Penerbit PT Gunung Agung, 1978.

[5] W. Indiarti, Lontar Sri Tanjung Kidung Kuno Ujung Timur Jawa. Banyuwangi: Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Banyuwangi, 2020.

[6] A. A. M. Djelantik, Estetika Sebuah Pengantar. Bandung: Masyarakat Seni Pertunjukan Indonesia, 2004, hlm. 203.

[7] I. D. K. Wicaksana, “Ideologi dan Strategi Seniman Dalang Dalam Kreativitas Seni Pertunjukan Wayang,” dalam Seminar Seni Pertunjukan, Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia Denpasar, Denpasar, 2017, hlm. 1–14.

[8] I. D. K. Wicaksandita, S. N. G. A. Santika, I. D. K. Wicaksana, dan I. G. M. D. Putra, “Nilai-Nilai Estetika Hindu Wayang Kulit Bali: Studi Kasus Internalisasi Jana kertih Melalui Karakter Tokoh Pandawa, Sebagai Media Representasi Ideal Manusia Unggul,” Jurnal Damar Pedalangan, vol. 4, no. 1, hlm. 63–80, 2024, doi: 10.59997/dmr.v4i1.3744.

[9] I. D. K. Wicaksandita, S. Hendra, Saptono, I. W. Sutirtha, dan I. D. K. Wicaksana, “Trans Memori Imajinasi Dalam Pewarisan Nilai Monumental Pertunjukan Wayang Kulit Bagi Masyarakat Hindu di Bali,” Jurnal Penelitian Agama Hindu, vol. 9, no. 1, hlm. 37–56, Jan 2025, doi: 10.37329/jpah.v9i1.3499.

[10] I. D. K. Wicaksandita, “Signifikansi Narasi-Vokal Dan Gerak Yoga Dalam Membangun Karakter Tokoh Pada Suasana Mistik Adegan Setra Pertunjukan Teater Pakeliran Puyung Bolong Telah Ilang Karya I Gusti Putu Sudarta,” Jurnal Damar Pedalangan, vol. 3, no. 2, hlm. 12–12, 2023, doi: 10.59997/dmr.v3i2.2853.

Diterbitkan

2025-05-20

Terbitan

Bagian

Articles

Cara Mengutip

PENCIPTAAN KARYA TEATER BAYANG RAGA NUSANTARA DOOMED ROMANCE. (2025). JURNAL DAMAR PEDALANGAN, 5(1), 1-8. https://doi.org/10.59997/dmr.v5i1.4825