PENCIPTAAN KARYA TEATER BONEKA “POPPY-UTOPIA”
DOI:
https://doi.org/10.59997/dmr.v5i1.4863Kata Kunci:
Teater Boneka, Poppy-Utopia, Human-Animal RelationshipAbstrak
Teater Boneka “Poppy-Utopia" adalah sebuah karya seni pertunjukan yang menggambarkan refleksi mendalam tentang kehidupan melalui perspektif unik seekor anjing bernama Poppy. Pertunjukan ini mengeksplorasi berbagai persoalan sosial, termasuk stigma negatif terhadap anjing yang sering kali tercermin dalam budaya masyarakat, dengan pendekatan artistik yang memadukan narasi, visual, dan teknik teater boneka. Proses penciptaan karya ini merujuk pada metode lima tahap yang dikembangkan oleh I Wayan Dibia, yaitu Ngawirasa, yang terinspirasi dari fenomena pelatihan anjing dan stigma budaya; Ngawacak, melalui eksplorasi literatur, epik Bali, dan seni visual; Ngarencana, dengan merancang konsep teater yang menggabungkan elemen teater manusia, animasi, dan visual minimalis; Ngawangun, yang mencakup eksekusi naskah, latihan, serta pembuatan ilustrasi; dan Ngebah, yakni penyajian pementasan dengan integrasi elemen artistik secara menyeluruh. Melalui alur cerita yang kuat, karakter yang mendalam, dan elemen visual yang inovatif, Poppy-Utopia menciptakan pengalaman teater yang memikat secara emosional dan reflektif. Pertunjukan ini tidak hanya menghibur, tetapi juga mengundang penonton untuk merenungkan makna loyalitas, perjuangan, serta pentingnya relasi harmonis antara manusia, hewan, dan alam.
Unduhan
Referensi
Dibia, I. W. (2020). Panca Sthiti Ngawi Sani : Metodologi Penciptaan Seni. Denpasar: Pusat Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 nanda adi naya ida bagus, I Kadek Widnyana, I Gusti Putu Sudarta

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.