Kajian Unsur Dramatik dan Estetika Taman Penasar Ceraken

Penulis

  • Prayoga Putra I Komang Prodi Seni Pedalangan
  • I Nyoman Sedana Institut Seni Indonesia Denpasar image/svg+xml
  • Dru Hendro Institut Seni Indonesia Denpasar image/svg+xml

DOI:

https://doi.org/10.59997/dmr.v5i1.4880

Kata Kunci:

Struktur Dramatik, Unsur Estetika, Taman Penasar Ceraken

Abstrak

Taman Penasar merupakan bentuk perkembangan dari kesenian Pasantian yang menggabungkan seni olah vokal Pasantian, olah sastra, pendramaan, iringan musik tradisional dengan dimainkan oleh 5-7 orang pemain inti. Selain itu, pertunjukan ini dapat dijadikan sebagai hiburan serta dapat menjadi tuntunan dalam bermasyarakat. Namun disayangkan pertunjukan yang menjunjung tinggi nilai adi luhur ini sedikit mendapatkan perhatian dari segi kajian akademik, seperti pertunjukan Taman Penasar yang berjudul Ceraken dengan menyajikan isu-isu mengenai pengobatan tradisional Bali dan keberadaan Balian yang sedang diperbincangkan saat ini. Penelitian ini bertujuan menganalisis struktur dramatik, unsur estetika dan nilai yang terkandung di dalamnya. metode kualitatif digunakan untuk mendeskriptifkan hasil penelitian ini dengan menggunakan teori drama dan teori estetika sebagai pisau bedah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertunjukan ini bahwa unsur dramatiknya di bangun oleh : 1.) lakon yang digunakan bersumber dari isu-isu yang ada di masyarakat, 2). Alur yang digunakan adalah alur maju, 3). Penokohan dengan istilah baru yang ditunjukkan dalam pertunjukan ini adalah Panegteg, Panungkas, Panembang, dan Paneges. 4). Setting pertunjukan ini digambarkan melalui dialog yang diucapkan oleh tokohnya. 5). Dialog pertunjukan ini menjunjung tinggi etika penggunaan bahasa Bali yang baik dan benar. Sedangkan unsur estetikanya dibangun melalui keutuhan pertunjukan, permainan emosional jiwa, keselarasan kostum dan gerak. Penonjolan pada tembang, iringan dan pendramaan. Keseimbangan tembang, iringan, Paneges, Panegteg dan Panungkas. Selain itu pertunjukan ini menjunjung tinggi nilai religius, sosial, dan edukasi di dalamnya, oleh karena itu peneliti mengharapkan pertunjukan ini masih dapat eksis dan diminati oleh masyarakat sebagai media pembelajaran.

 

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

[1] A. Santika, “Signifikasi peran antagonis dalam pementasan taman penasar kota denpasar tahun 2023,” jurnal damar, vol. III, no. 2, pp. 97-103, 2023.

[2] I. K. Sudirga, Kebangkitan Pesantian Di Bali Pada Era Globalisasi, Denpasar: Program Pascasarjana Universitas Udayana, 2012.

[3] N. N. Karmini, Teori & Apresiasi Drama, Denpasar : Pustaka Larasan , 2022.

[4] P. D. H. J. Waluyo, Drama Teori dan Pengajarannya, Yogyakarta : Hanindita Graha Widia, 2001.

[5] D. A. A. M. Djelantik, Estetika Sebuah Pengantar, Bandung: Masyarakat Seni Pertunjukan , 1999.

[6] I. W. Bandem, Wimba Tembang Macapat, Denpasar: BP Stikom Bali , 2009.

[7] N. K. D. Yulianti, “The Aesthetic Value of the Accompaniment Music of the Dance Drama 'The Blessing of Siva-Visvapujita' | Nilai Estetika Musik Iringan Drama Tari “The Blessing of Siva-Visvapujita”,” Ghurnita, vol. 4, no. 3, pp. 265-272, 2024.

[8] H. M. Qomar, Metodelogi Penelitian Kualitatif, Malang: Intelegensia Media, 2022.

[9] E. T. Khairally, “Saput Poleng (kain poleng) Bali : sejarah dan fungsinya,” 22 November 2022. [Online]. Available: https://www.detik.com/bali/budaya/d-6418416/saput-poleng-kain-poleng-bali-sejarah-dan-fungsinya. [Diakses 10 november 2024].

[10] I. N. Kajeng, Sarasamuccaya, Surabaya : Paramita , 2005.

[11] l. esai, “balian cabul di tejakula, berdalih meditasi malah setubuhi gadis ABG,” 13 Mei 2023. [Online]. Available: https://lenteraesai.id/2023/05/13/balian-cabul-di-tejakula-berdalih-meditasi-malah-setubuhi-gadis-abg/. [Diakses 2 oktober 2024].

[12] M. Bali, “Diduga cabul, seorang oknum dipolisikan,” 23 Juni 2023. [Online]. Available: https://metrobali.com/diduga-berbuat-cabul-oknum-balian-dipolisikan/. [Diakses 2 oktober 2024].

[13] I. N. Arsana, “pengobatan tradisional Bali Usadha tiwang,” Bali membangun Bali, vol. 2, no. 1, pp. 111-124, 2020.

[14] bacatulisanku, “Paribasa Bali,” 4 november 2016. [Online]. Available: http://gekkris.blogspot.com/2016/11/paribasa-bali.htm!?m=1. [Diakses 29 september 2024].

[15] I. G. K. Widana, “Korupsi : Nyongkokin Tain Kebo,” 4 mei 2023. [Online]. Available: https://www.balipost.com/news/2023/05/04/337002/Korupsi-Nyongkokin-Tain-Kebo.html#. [Diakses 29 september 2024].

[16] I. W. Warna, Kekawin Ramayana, Bali : Dinas Pendidikan Dasar Propinsi Dati I, 1987.

[17] Wakhyuningngarsih, “Ceraken Dalam Pengobatan Tradisional Bali,” 30 june 2020. [Online]. Available: https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpnbbali/daring-ceraken-dalam-pengobatan-tradisional-bali/. [Diakses 17 September 2024].

[18] I. N. Tinggen, Aneka Rupa Paribasa Bali, Singaraja : Rhika Dewata, 1988.

[19] P. D. Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D, Bandung : Alfabeta, 2018.

[20] D. D. Silaswati, “Analisis Wacana Kritis Dalam Pengkajian Wacana,” Metamorfosis, vol. 12, no. 1, pp. 1-10, 2019.

[21] I. N. Sedana, “The Contribution Of Wayang Creative Theory Into Cross Cultural Training Education,” FKI ISI Wilwatikta, Surabaya, 2018.

[22] I. N. Sedana, “Seni Widya Filsafat Dalam Wayang dan Topeng,” Listibya Badung, Badung, 2017.

[23] I. N. Sedana, Kawi Dalang:Creativity In Wayang Theatre, Georgia : Brown University , 2002 .

[24] M. Rahmayantis, Menulis Kreatif Naskah Drama, 1 penyunt., Kediri: Universitas Nusantara PGRI Kediri, 2022.

[25] I. N. Sutjipta, “Dunia Spiritual dan Pendidikan Sulinggih,” 23 Februari 2023. [Online]. Available: https://id.scribd.com/document/627471003/d2b95d20371d7181f85ccab4fc9aaed9. [Diakses 7 desember 2024].

Diterbitkan

2025-05-20

Terbitan

Bagian

Articles

Cara Mengutip

Kajian Unsur Dramatik dan Estetika Taman Penasar Ceraken . (2025). JURNAL DAMAR PEDALANGAN, 5(1), 20-31. https://doi.org/10.59997/dmr.v5i1.4880