Jurnal Hasil Penciptaan Karya Teater Wayang Figuratif Pasung Jiwa

Penulis

  • I Gede Githa Premma Adhitya Institut Seni Indonesia Denpasar image/svg+xml
  • Ni Komang Sekar Marhaeni
  • I Gusti Made Darma Putra Universitas PGRI Mahadewa Indonesia image/svg+xml

DOI:

https://doi.org/10.59997/dmr.v5i1.4916

Kata Kunci:

Puppet Theatre, Figuratif Puppet, Performing Art, Pasung Jiwa

Abstrak

Wayang figuratif adalah inovasi dalam seni pertunjukan yang menggabungkan elemen tradisional dengan pendekatan modern untuk menciptakan karya seni yang unik dan orisinal. Karya ini menghadirkan perspektif baru dalam seni pewayangan melalui eksplorasi teknik pergerakan tiga dimensi, sistem permainan individu, dan estetika visual yang memadukan unsur tradisional dan kontemporer. Boneka wayang dirancang dengan gaya surealisme, menampilkan figur manusia yang mengalami distorsi, deformasi, dan stilisasi untuk menciptakan efek estetis yang mendalam. Proses kreatif dalam penggarapan wayang figuratif melibatkan pengembangan teknik gerak menggunakan tangkai khusus, menciptakan ilusi boneka yang menggantung dan bergerak secara natural. Sistem permainan satu wayang satu pemain (puppeteer) memberikan kebebasan eksplorasi gerak yang dinamis dan ekspresif. Penataan kostum dan aksesori yang diadaptasi dari kehidupan sehari-hari menambah relevansi sosial dan budaya, menjadikan karya ini tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai refleksi kehidupan. Karya ini juga memadukan elemen teater, tari, dan proyeksi bayangan (shadow mapping) untuk menciptakan pengalaman estetis yang imersif. Teknik tersebut memperkuat narasi cerita dan menghadirkan suasana dramatik yang mendalam, sehingga mampu menyampaikan pesan moral dan nilai-nilai kehidupan secara inspiratif. Dengan pendekatan inovatif dan integrasi elemen seni yang beragam, wayang figuratif menjadi bentuk seni pertunjukan yang tidak hanya melestarikan tradisi, tetapi juga memberikan pembaruan yang relevan dengan perkembangan zaman. Karya ini diharapkan dapat menginspirasi seniman untuk terus mengembangkan seni pewayangan sebagai warisan budaya yang dinamis dan hidup.

 

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

Darma Putra, I Gusti Made. (2018), Wayang Ental 3 Dimensi

(2022), Disertasi Teater Tanpa Tepi : Refleksi Pengembaraan Diri

Edy M, Tri. (2010). Mari Belajar: Seni Rupa. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kementrian Pendidikan Nasional

Kawaguchi, Toshikazu. (2022), Feniculi Fenicula 2 : Kisah – Kisah Yang Baru Terungkap.

Liye,Tere. (2023), Tentang Kamu. Depok: Sabak Grip Nusantara.

(2023), Yang Telah Lama Pergi. Depok: Sabak Grip Nusantara

Mulyono, Sri. (1978), “Wayang: Asal-usul, Filsafat, dan Masa Depannya”, Jakarta: Penerbit Gunung Agung.

Murtiyoso, Bambang. (1983), Pengetahuan pedalangan, Surakarta: Sub Proyek Pengembangan ASKI.

Permas, achsan, dkk, (2003), Manajemen Organisasi Seni Pertunjukan, Jakarta:

Penerbit PPM.

Ramadani, Zaka Putra. (2021), Gesture Mengungkap Makna Di Balik Bahasa Tubuh Orang Lain Dari Mikroekspresi & Makroeskpresi, Klaten: Jendela Penerbit

Srinatih, I Gusti Ayu. (2018), Selat Segara. Denpasar: Balimangsi Fondation

Sumardjo, Jakob. (2000), Buku Filsafat Seni, Penerbit ITB Bandung

Suteja, I Kt. (2018), Catur Asrama Pendakian Spiritual Masyarakat Bali dalam Sebuah Karya Seni Tari. Surabaya: Paramitha

Syarifudin, Ahmad. (2022), Nilai Filosofis pada Unsur Pewayangan dan Reflesinya dalam Kehidupan.

Tedjoworo, H. (2001), Imaji dan Imajinasi. Suatu Telaah Filsafat Postmodern. Yogyakarta: Kanisius

Diterbitkan

2025-05-20

Terbitan

Bagian

Articles

Cara Mengutip

Jurnal Hasil Penciptaan Karya Teater Wayang Figuratif Pasung Jiwa. (2025). JURNAL DAMAR PEDALANGAN, 5(1), 69-76. https://doi.org/10.59997/dmr.v5i1.4916