PENCIPTAAN KARYA WAYANG PREMBON ''PUGPUG KI BALIAN BATUR''
DOI:
https://doi.org/10.59997/dmr.v5i2.4917Kata Kunci:
wayang prembon, balian batur, teater ranggonAbstrak
Penggarapan (Wayang Prembon “Pugpug Ki Balian Batur”) terdapat beberapa komponen yang sangat berpengaruh dalammelalui beberapa proses, rintangan, imajinasi seperti, kontemplasi adalah yang utama. Karena para penggarap
terbayang atau terinspirasi dari bentuk pertunjukan prembon yang biasanya ditampilkan dalam bentuk drama tari
saja, namun disini muncul ide baru bagi para penggarap agar prembon tersebut dapat dituangkan dalam teater
ranggon yang dominan menggunakan wayang. sebagai karakter. Rancangan karya wayang tersebut dikembangkan
menjadi bentuk cerita yang diambil dari babad Balian Batur.
Unduhan
Referensi
[1] I. D. K. Wicaksandita and I. D. K. Wicaksana, "Siva Nataraja: Konsep Estetika Hindu dalam Seni Pertunjukan Wayang," Panggung J. Seni Budaya, vol. 35, no. 3, pp. 419-441, 2025, doi: 10.26742/panggung.v35i3.2693.
[2] I. D. K. Wicaksandita, S. Hendra, Saptono, I. W. Sutirtha, and I. D. K. Wicaksana, "Trans Memori Imajinasi Dalam Pewarisan Nilai Monumental Pertunjukan Wayang Kulit Bagi Masyarakat Hindu di Bali," J. Penelit. Agama Hindu, vol. 9, no. 1, pp. 37-56, Jan. 2025, doi: 10.37329/jpah.v9i1.3499.
[3] I. B. Agastia, Nilai Moral dan Spiritual dalam Seni Pertunjukan. Denpasar: Warta Hindu Dharma, Parisada Hindu Dharma Indonesia Pusat, 1996.
[4] W. Aryandini, Seni Pertunjukan Indonesia dengan Pendekatan Filsafat Studi Kasus: Pergelaran Wayang Kulit. Surakarta: The Ford Fundation and Program Pendidikan Pasca Sarjana STSI Surakarta, 2005.
[5] I. M. Bandem, "Mengembangkan Lingkungan Sosial yang Mendukung Wayang," Mudra J. Seni Budaya, vol. 2, no. 2, pp. 1-15, 1994.
[6] I. D. K. Wicaksana, "Wayang Layar Lebar: Peluang dan Tantanganya di Era Revolusi Industri 4.0," in Proc. Semin. Nas. Seni Pertunjuk. Nusant., 2018, pp. 84-90.
[7] I. P. A. W. Purnamia and I. B. W. Bratanatyam, "Pakeliran Wayang Babad Inovatif Wira Taruna," J. Damar Pedalangan, vol. 1, no. 1, pp. 17-28, 2021, doi: 10.59997/dmr.v1i1.687.
[8] D. Hendro, S. Saptono, and W. Sriwiyati, "Pembinaan Pelatihan Pakeliran Wayang Jawa Gaya Surakarta Bagi Peserta Didik Sanggar Paripurna Desa Bona, Kecamatan Belahbatuh, Kabupaten Gianyar," Abdi Seni, vol. 14, no. 2, pp. 169-180, 2023, doi: 10.33153/abdiseni.v14i2.5496.
[9] A. S. Nalan, "Asep Sunandar Sunarya: Dalang of Wayang Golek Sunda (1955-2014)," Asian Theatre J., vol. 33, no. 2, pp. 264-269, 2016, doi: 10.1353/atj.2016.0053.
[10] Mulyono, I Made Sriada: Hasil Karya dan Pengabdiannya. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1983.
[11] I. M. Bandem and F. E. deBoer, Kaja dan Kelod: Tarian Bali dalam Transisi. Yogyakarta: Badan Penerbit Institut Seni Indonesia Yogyakarta, 2004.
[12] K. I. Wirawan, "Pementasan Dramatari Calonarang di Kota Denpasar Perspektif Teo-Estetika Hindu," Dissertation, IHDN Denpasar, 2017.
[13] S. Arifianto, "Pemanfaatan Media Tradisional untuk Diseminasi Informasi Publik," J. IPTEKKOM J. Ilmu Pengetah. Teknol. Inf., vol. 17, no. 1, p. 71, Jun. 2015, doi: 10.33164/iptekkom.17.1.2015.71-86.
[14] I. G. B. Sugriwa, Babad Pasek. Denpasar: Penerbit Balimas, 1975.
[15] I. I. D. G. Catra, Alih Aksara Lontar Babad Dalem Sukawati. Denpasar: Kantor Dokumentasi Budaya Bali, 1994.
[16] Babad Dalem Warih Ida Dalem Sri Kresna Kepakisan. Denpasar: Puri Agung Klungkung, 2015.
[17] J. M. G. K. Soebandi, Babad Pasek Mahagotra Sanak Sapta Rsi. Denpasar: PT Pustaka Manikgeni, 2003.
[18] I. K. Sudiana, "Karya Seni Wayang Wahya Kelir Tanpa Batas," Dissertation, ISI Denpasar, 2022.
[19] R. M. Soedarsono, Metodologi Penelitian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa. Bandung: Masyarakat Seni Pertunjukan Indonesia, 1999.
[20] I. M. Surada, Dharmagita Kidung Panca Yadnya. Denpasar: Kantor Wilayah Dep. Agama Provinsi Bali, 2005.
[21] I. G. P. Sudarta, I. B. W. Bratanatyam, and I. D. K. Wicaksandita, "Pembinaan Iringan Batel Wayang Wong di Banjar Pesalakan, Desa Pejeng Kangin, Kecamatan Tampaksiring Kabupaten Gianyar," Abdi Seni J. Pengabdi. Kpd. Masy., vol. 15, no. 2, pp. 161-184, 2024, doi: 10.33153/abdiseni.v15i2.6077.
[22] N. P. Hartini and N. M. Haryati, "Estetika Pertunjukan Gender Wayang secara Virtual," Tamumatra J. Seni Pertunjuk., vol. 5, no. 2, pp. 112-121, 2023, doi: 10.29408/tmmt.v5i2.12256.
[23] I. D. K. Wicaksana and I. M. Sidia, Bahan Ajar: Konsep Dasar Metode Penciptaan. Denpasar: ISI Denpasar, 2018.
[24] I. K. Sudiana, "Implementasi Metode Penciptaan Asta Widhi Kawya Dalam Karya Seni Wayang Wahya," in Seni Pertunjukan Wayang Indonesia: Telisik Ruang dan Waktu, A. Setiawan, Ed. Surakarta: ISI Press, 2023, pp. 303-321. Available: https://fliphtml5.com/wuwth/jomy
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Anak Agung Putu Satria Darmawibawa, I Ketut Kodi, I Bagus Wijna Brata Natyam

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.