Ilustrasi Fenomena Kekerasan Seksual untuk Desain Motif Kemeja

Penulis

  • Azzahra Gea Florian Program Studi Kriya Seni, Fakultas Seni Rupa dan Desain, Universitas Sebelas Maret
  • Felix Ari Dartono Program Studi Kriya Seni, Fakultas Seni Rupa dan Desain, Universitas Sebelas Maret

DOI:

https://doi.org/10.59997/hastagina.v2i02.1855

Kata Kunci:

Ilustrasi, Kekerasan Seksual, Kemeja

Abstrak

Berdasarkan pengumpulan data milik Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, fenomena kekerasan seksual meningkat dari tahun 2019 hingga tahun 2021. Konsep fenomena kekerasan seksual diangkat untuk menyampaikan kepada masyarakat bahwa dampak yang dialami korban kekerasan seksual tidak hanya dari pelaku melainkan perkataan dan stigma masyarakat memandang buruk terhadap korban. Metode yang digunakan pada perancangan ini adalah metode pendekatan proses desain Palgunadi yaitu, proses eksplorasi, proses ekstrasi, dan titik terminasi. Proses eksplorasi, dalam hal ini penelusuran mengenai perilaku manusia dan kekerasan seksual. Proses Ekstrasi, merangkum hal yang terkait dengan perilaku manusia dan kekerasan seksual. Titik Terminasi, perencanaan perancangan dibuat berdasarkan perilaku manusia dalam fenomena kekerasan seksual dengan menginterpretasikan perilaku hewan berupa hewan dan benda mati, serta menjadikan beberapa karya lukisan, kejadian, dan legenda sebagai sumber inspirasi. Hasil perancangan ini berupa 8 desain diantaranya ada 3 desain yang direalisasikan menjadi produk kemeja kasual dengan konsep fenomena kekerasan seksual yang divisualisasikan dengan teknik ilustrasi.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.
Hastagina: Jurnal Kriya dan Industri Kreatif

Diterbitkan

2022-11-23

Cara Mengutip

Ilustrasi Fenomena Kekerasan Seksual untuk Desain Motif Kemeja. (2022). Hastagina : Jurnal Kriya Seni, 2(02), 104-116. https://doi.org/10.59997/hastagina.v2i02.1855

Artikel Serupa

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.