Perancangan Motif Topeng Dengan Teknik Batik Cap Berbahan Kertas Untuk Cardigan
DOI:
https://doi.org/10.59997/hastagina.v4i01.2735Kata Kunci:
paper batik stamps, cardigans, masks puppet pedalanganAbstrak
Perancangan ini dilatar belakangi oleh kaum muda yang saat ini kesulitan belajar tentang batik serta budaya yang hampir punah di Yogyakarta. Kaum muda saat ini menganggap batik sulit untuk dikerjakan mengingat waktu pengerjaan batik juga sangat lama terutama batik tulis. Salah satu budaya di Yogyakarta yang saat ini hampir punah adalah Wayang Topeng Pedalangan. Budaya ini nyaris punah akibat jarang dimainkan oleh keluarga dalang. Tujuan dari perancangan ini adalah untuk memberi sarana mudah bagi kaum muda dalam belajar batik serta membuat cardigan batik dari alat cap kertas dengan motif dari Wayang Topeng Pedalangan Yogyakarta. Perancangan produk cardigan ini menerapkan metode pendekatan perancangan seni menurut SP. Gustami, yang mengemukakan 3 tahap 6 langkah dalam proses berkarya. Ketiga tahap tersebut adalah tahap eksplorasi atau pengumpulan data, perancangan atau pembuatan sketsa dan desain, terakhir adalah perwujudan. Hasil perancangan ini sebagai berikut: (1) Motif penari, motif dalang, dan motif pemusik dijadikan sebagai motif utama dengan motif pendukung yang terinspirasi dari ornamen dalam saron berupa daun, bunga, dan mlungker. (2) Produk tersebut dijadikan busana cardigan untuk wanita berusia 20-30 tahun kalangan menengah. Cardigan tersebut menggunakan teknik batik cap dengan pewarnaan colet remasol. Bahan cardigan tersebut adalah kain katun jepang.