Munjung Kerti : Rhythm of Ujungan Analogi Tradisi Ujungan dalam Penciptaan Busana Deluxe dan Semi Couture

Main Article Content

Maulia Putri Andriasih
I Made Radiawan
A.A Ngurah Anom Mayun KT

Abstract

Tradisi Indonesia merupakan warisan budaya yang masih dilestarikan sampai saat ini. Tradisi Ujungan merupakan salah satu tradisi yang masih dilakukan oleh masyarakat Desa Gumelem-Banjarnegara, Jawa Tengah. Tradisi Ujungan menjadi ide pemantik dalam penciptaan karya busana ready to wear deluxe dan semi haute couture dengan tema besar “Diversity of Indonesia” yang melahirkan koleksi dengan nama Munjung Kerti . Koleksi busana Munjung Kerti memadukan look cassual dengan sentuhan sexy alluring style yang menargetkan para wanita remaja. Penciptaan koleksi busana Munjung Kerti menggunakan metode yang dicetuskan oleh Dr. Tjok Istri Ratna Cora Sudharsana, S.Sn, M.Si, yaitu “FRANGIPANI, The Secret Step of Art Fashion” dengan delapan tahapan seni FashionArt. Ide pemantik ini diimplementasikan melalui gaya ungkap analogi yang diwujudkan sesuai dengan teori keyword yaitu obong menyan, rotan, berani, maskulin dan bela diri. Dari pemilihan keyword tersebut akan diaplikasikan pada koleksi busana dengan mencakup prinsip desain dan elemen desain sebagai acuan dalam penciptaan busana. Hasil dari proses penciptaan koleksi ini melahirkan suatu busana gaya cassual dengan menerapkan fabric manipulation di beberapa bagian serta penggunaan mutiara untuk meningkatkan nilai jual dalam mem-branding hasil karya.

Article Details

Section
Articles