STUDI PROSES MELUKIS WAYANG KAMASAN DI SANGGAR LUKIS KLASIK KAMASAN WASUNDARI KAMASAN, KLUNGKUNG, BALI
DOI:
https://doi.org/10.59997/hastagina.v5i01.4264Kata Kunci:
Merdeka Belajar Kampus Merdeka, Proses Melukis, Wayang KamasanAbstrak
Dalam melaksanakan Praktek magang yang dipilih mahasiswa dalam program MBKM. Kesempatan ini dimanfaatkan untuk menggali seni tradisi yang hampir mengalami kepunahan, yang salah satunya adalah seni lukis Wayang Kamasan. Keunikan lukisan Wayang Kamasan memiliki perbedaan karakter serta proses dan teknik dalam melukis wayangan kamasan. Meroket perkembangan zaman teknologi canggih dan munculnya teknologi digital, berdampak terhadap menurunnya minat generasi milenial terhadap keberadaan seni tradisi yang adiluhung. Teknik melukis wayang kamasan tidak lagi diminati karena banyak kalangan anak muda yang kurang berminat dan menggeluti seni lukis tradisi wayang kamasan, dikarenakan melukis dengan teknik tradisi dianggap lebih rumit dan membutuhkan waktu yang cukup lama dibandingkan menggunakan media digital. Melukis dengan menggunakan media digital dianggap lebih evisien dan mempersingkat waktu dalam proses menggambar maupun melukis. Kasus tersebut memerlukan pemikiran dan langkah positif dari pihak instansi terkait baik kalangan pemerintah maupun non pemerintah, dalam upaya melestarikan keberadaan seni tradisi adiluhung yang merupakan kekayan lokal genius.Upaya melestarikan keberadaan seni tradisi, ISI Denpasar merupakan lembaga Pendidikan seni yang ada di Bali, dengan memberikan peluang mahasiswa dalam melangkah dan turut berperan dalam melegimatasi keberadaan lukis tradisi khususnya lukis klasik wayang kamasan dengan mempelajari teknik melukis sekaligus ingin melestarikan budaya dan tradisi agar tidak punah.