A Historical Study of Gandrung Art in Tinggarsari Village, Buleleng, Bali

Authors

  • Made Wahyu Arya Wisesa Institut Seni Indonesia Bali, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.59997/jacam.v5i1.6107

Keywords:

Gandrung, sacred dance, pura, contour class

Abstract

Kesenian Gandrung di Desa Tinggarsari merupakan tarian sakral atau tarian wali unen-unen di Pura Penataran sebagai penolak bala dan melambangkan kesuburan sebagai acuan sumber kehidupan bagi masyarakat yang hanya dipentaskan pada saat upacara keagamaan di Desa Tinggarsari. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian kualitatif pada saat observasi. Penggunaan teori yang relevan dengan fokus pada bentuk gending menggunakan teori CC (Contour Class) pengklasifikasian empat nada notasi ding-dong. Penulis menganggap gending Gandrung di Desa Tinggarsari menyerupai fitur-fitur gending palegongan yang menjadi pijakan awal untuk membongkar struktur hierarkis gending Gandrung. Meskipun kesenian tentang Gandrung telah diulas oleh beberapa Penulis, namun belum ada yang membahas mengenai bentuk gendingnya sehingga beberapa kajian terkait bisa bersintetis membentuk satu-kesatuan informasi yang terintegrasi. Tidak hanya itu, tulisan ini lebih diniatkan untuk mengidentifikasi kesejarahan Gandrung di Desa Tinggarsari dengan memperhatikan aspek musikalitasnya dan berupaya sebisa mungkin untuk menggali bagaimana kebudayaan gending tertentu bertemu dalam satu pendekatan analitis.

References

Artiningsih, N. W. J., Sariada, I. K., & Arshiniwati, N. M. (2017). Tari Gandrung di Banjar Suwung Batan Kendal Kelurahan Sesetan Kota Denpasar. Kalangwan: Jurnal Seni Pertunjukan, 3(2), 126. https: //doi.org/10.31091/kalangwan.v3i2.236

Bandem, I M. (2013). Gamelan Bali di Atas Panggung Sejarah. Denpasar: Penerbit BP STIKOM BALI.

Bandem, I M. (2022). Gong Palegongan Jejak Historis Dan Estetis Mpu Ageng I Gusti Putu Made Geria. Denpasar: Penerbit Prasasti.

Bandem, I M. & deBoer, F. E. (2004). Kaja dan Kelod Tarian Bali dalam Transisi. Yogyakarta: Penerbit Badan Penerbit ISI Yogyakarta.

Cahyadi, R. (2019). Kearifan lokal Festival Sewu Gandrung Banyuwangi sebagai penunjang literasi budaya. In Prosiding Seminar Nasional Bahasa Dan Sastra Indonesia (SENASBASA) (Vol. 3, No. 1).

Dewi, N. P. A. R. P., & Arshiniwati, N. M. (2023). Kajian Bentuk dan Fungsi Tari Gandrung di Desa Cempaga, Kecamatan Banjar, Buleleng. Jurnal Igel: Journal of Dance, 3(2), 145-154. https: //jurnal2.isi-dps.ac.id/index.php/igel.

Dewi, N. L. D. C., Ruastiti, N. M., & Suminto, S. (2024). Kajian Bentuk Dan Fungsi Tari Gandrung Giri Kusuma Di Desa Ungasan, Badung. Jurnal Igel: Journal Of Dance, 4(1), 24-34. https: //doi.org/10.59997/jijod.v4i1.3204.

Dewi, M. U. T. (2020). Estetika Tari Gandrung Suku Sasak. Tamumatra: Jurnal Seni Pertunjukan, 3(1). https: //doi.org/10.29408/tmmt.v3i1.2867.

Heriyawati, Y. (2016). Seni Pertunujukan Dan Ritual. Yogyakarta: Penerbit Ombak.

Indahsari, M. R., Budiono, H., & Wiratama, N. S. (2025). Kajian Seni Tari Gandrung Sebagai Bentuk Kearifan Lokal Masyarakat Desa Sumberagung Kecamatan Pesanggaran Kabupaten Banyuwangi. In Prosiding SEMDIKJAR (Seminar Nasional Pendidikan dan Pembelajaran) (Vol. 8, pp. 1497-1504).

Kusuma, A. M. W. H., Dewi, G. A. E. Y., Giri, G. A. R. C., Oka, N. P. P. D. S., Cahyanti, N. P. C. D., Maharani, N. L. P. W. S., & Somawati, N. W. (2023). Cultural Inheritance of Joged Pingitan Dance in Pengosekan, Ubud. Journal of Aesthetics, Creativity and Art Management, 2(1), 45-54. https: //doi.org/10.59997/jacam.v2i1.2353

Maharani, S. M., Widyana, L. H., Ifadah, A. N., Firnanda, R. A., & Imron, A. (2024). Konstruksi Ketahanan Budaya Generasi Centennial melalui Eksplorasi Nilai Filosofis Gandrung Banyuwangi. JSSH (Jurnal Sains Sosial dan Humaniora), 8(2), 135-145. https: //doi.org/10.30595/jssh.v8i2.24026

Pramana, I. G. E. B. (2014). Tari Gandrung Di Desa Batukandik, Nusa Penida, Klungkung, Bali (Sebagai Media Belajar Sejarah Kebudayaan). Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah, 2(1), 1-11. https: //doi.org/10.23887/jjps.v2i1.1010

Santi, H. W., & Arshiniwati, N. M. (2018). Gandrung Marsan: Eksistensi Tari Gandrung Lanang di Banyuwangi. Kalangwan: Jurnal Seni Pertunjukan, 4(2). https: //doi.org/10.31091/kalangwan.v4i2.557.

Sawaludin, S., Haslan, M. M., & Basariah, B. (2022). Eksistensi dan Peran Elit dalam Mempertahankan Nilai-nilai Kearifan Lokal Pada Masyarakat Dusun Sade Desa Rambitan Lombok Tengah. Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan, 7(4b), 2426-2432. https://doi.org/10.29303/jipp.v7i4b.941.

Sukadana, I. W. (2023). Penguatan Nilai Pendidikan Lewat Gamelan Gandrung Dalam Upacara Piodalan Ngingkup di Pura Taman Limut, Pengosekan Kelod, Mas, Ubud, Gianyar. Widyanatya, 5(02), 38-58. https: //ejournal.unhi.ac.id/index.php/widyanatya/article/view/4878/2372.

Tenzer, M. (2000). Gamelan Gong Kebyar: The Art Of Twentieth-Century Balinese Music Dalam Terjemahan Bahasa Indonesia, London: Penerbit Chicago Press, 2000.

Trisnawati, I. A. (2018). Deconstructing The Meaning Of The Representation Of The Sanghyang Gandrung Dance. Lekesan: Interdisciplinary Journal of Asia Pacific Arts, 1(2), 97. https: //doi.org/10.31091/lekesan.v1i2.383.

Ulinnuha, I. A. (2025). Gandrung Tak Hanya Menari: Identitas Perempuan Dan Perlawanan Dalam Budaya Banyuwangi. Jurnal Budaya Nusantara, 8(1), 12-18. https: //doi.org/10.36456/JBN.vol8.no1.10554.

Wahyudi, T., & Mahfud, M. (2023). Identifikasi Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Pada Kesenian Gandrung Dan Pemanfaatannya Sebagai Nilai-Nilai Karakter Pada Kurikulum 2013. Jurnal Sangkala, 2(1), 10-26.

Yaningsih, S. (1993). Tari Gandrung Lombok. Jakarta: Proyek Pengembangan Media Kebudayaan Jakarta Direktoral Jendral Kebudayaan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Downloads

Published

2026-01-12