PERSEPSI PENGUNJUNG TERHADAP 9 ELEMEN INTERIOR KAFE BERGAYA VINTAGE DI SURABAYA (STUDI KASUS: GRANDFATHER COFFEESHOP)
Isi Artikel Utama
Abstrak
Kafe merupakan tempat yang banyak dikunjungi oleh generasi milenial. Kafe banyak dikunjungi dengan berbagai tujuan, yaitu untuk melakukan berbagai aktivitas seperti berinteraksi, bekerja, makan dan minum, serta banyak hal lain. Kafe sendiri dapat dinilai melalui konsep yang digunakan dalam desain interior kafe tersebut. Tidak semua kafe memiliki interior dengan konsep yang menarik. Desain interior sendiri memiliki banyak konsep interior yang dapat dilihat dari elemen interior dalam tempat tersebut. Banyak konsep desain yang diminati oleh generasi milenial, salah satunya desain interior bergaya vintage. Konsep desain bergaya vintage merupakan gaya yang juga mulai banyak digunakan pada area publik, seperti kafe. Vintage sendiri merupakan desain yang memiliki karakteristik yang khas, mengacu pada suatu hal yang jadul atau kuno dan berada di era sekitar 100 tahun lalu dari masa sekarang. Penelitian persepsi pengunjung terhadap 9 elemen interior kafe bergaya vintage ini bertujuan untuk menjabarkan 9 elemen interior yaitu environment; space; enclosure; ground plane; light; decoration; support; display, storage and worksurfaces; dan information terhadap kafe. Metode yang digunakan dalam penelitian ini berupa pendekatan kualitatif deskriptif serta pengumpulan data dengan observasi di lapangan, wawancara dengan pemilik kafe maupun pengunjung dan kuisioner yang akan disebar kepada pengunjung kafe generasi milenial. Hasil dan kesimpulan yang didapat dari penelitian ini akan mencakup persepsi pengunjung mengenai bagaimana suasana lingkungan kafe, mulai dari interior, pencahayaan, perabot, media penyimpanan maupun informasi yang digunakan oleh kafe apakah sudah mengekspresikan konsep interior bergaya vintage atau belum.
Unduhan
Rincian Artikel
Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.