DESAIN INTERIOR MOBIL KONSELING BAGI ANAK PRA REMAJA PADA PANTI ASUHAN DI DENPASAR BALI

Isi Artikel Utama

Anisa Nabilahusna Prabowo
I Wayan Balika Ika
I Putu Udiyana Wasista
https://orcid.org/0000-0002-2161-9844

Abstrak

Setiap manusia akan mengalami fase pra remaja di dalam hidupnya, di mana pada fase ini anak akan memiliki perilaku yang cenderung negatif, sehingga dapat dikatakan bahwa pada masa ini adalah masa negatif. Tidak terkecuali pada anak yang saat ini sedang berada di bawah pengasuhan panti asuhan. Untuk itu, sudah dirasa diperlukan desain mobil konseling yang dapat membantu ibu asuh dalam mengawasi kesehatan psikologis anak asuhnya agar dapat terhindar dari kehidupan yang negatif. Perencanaan mobil konseling dengan kemampuan mobilitasnya yang tinggi dimaksudkan untuk dapat membantu kinerja Dinas Sosial Kota Denpasar secara proaktif mengatasi masalah kesejahteraan sosial anak dengan biaya yang lebih sedikit dibandingkan dengan membangun ‘rumah’ konseling yang permanen. Konsep yang diimplementasikan pada desain interior mobil konseling adalah Tri Kaya Parisudha, yang merupakan ajaran agama Hindu mendefinisikan kesatuan antara pikiran, perkataan, dan perbuatan, sejalan dengan tujuan dari mobil konseling itu sendiri. Penerapan secara visualnya tercermin pada penggunaan garis lengkung, implementasi warna monokromatik dari biru, serta penataan fasilitas di setiap ruangnya.

Rincian Artikel

Cara Mengutip
Prabowo, A. N., Ika, I. W. B., & Wasista, I. P. U. (2021). DESAIN INTERIOR MOBIL KONSELING BAGI ANAK PRA REMAJA PADA PANTI ASUHAN DI DENPASAR BALI. Jurnal Vastukara, 1(2), 121–130. Diambil dari https://jurnal2.isi-dps.ac.id/index.php/vastukara/article/view/498
Bagian
Articles

Referensi

Ambarwati, D. R. S. (2011). Mata Kuliah Desain Interior. http://staff. uny. ac. id/sites/default/files/pendidikan/Dwi% 20Retno% 20Sri% 20Ambarwati,% 20S. Sn,% 20M. Sn/Powerpoint% 20Desain% 20Interior% 20I. pdf>. Diunduh [30 April 2014].

Ariasa, I. M., Agung, A. A. G., & Natajaya, I. N. (2020). PENGARUH PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS KEARIFAN LOKAL TRI KAYA PARISUDHA UNTUK MEWUJUDKAN BUDAYA CERDAS DALAM PERLINDUNGAN ANAK SEKOLAH DASAR. Jurnal Administrasi Pendidikan Indonesia, 11(1), 11–20.

Baskoro, M. D. P. (2010). Hubungan antara depresi dengan perilaku antisosial pada remaja di sekolah [PhD Thesis]. Faculty of Medicine.

Bhakti, C. P. (2018). Ketersediaan Sarana Dan Prasarana Bimbingan Dan Konseling Di Sekolah Menengah Di Kabupaten Gunungkidul. JP (Jurnal Pendidikan): Teori dan Praktik, 2(2), 100–104.

Diananda, A. (2019). Psikologi remaja dan permasalahannya. ISTIGHNA: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam, 1(1), 116–133.

Hikmawati, F. (2016). Bimbingan dan konseling. Rajawali Press.

IDEO (Ed.). (2015). The field guide to human-centered design: Design kit (1st. ed). IDEO.

Kumalasari, F., & Ahyani, L. N. (2012). Hubungan antara dukungan sosial dengan penyesuaian diri remaja di panti asuhan. Jurnal Psikologi: PITUTUR, 1(1), 19–28.

Liu, W., Ji, J., Chen, H., & Ye, C. (2014). Optimal Color Design of Psychological Counseling Room by Design of Experiments and Response Surface Methodology. PLoS ONE, 9(3), e90646. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0090646

Manaroinsong, K. E. (2017). PENERAPAN ANALOGI LINGUISTIK PADA ARSITEKTUR DENGAN MENGGUNAKAN PRINSIP SENI EKSPRESIONIS. MEDIA MATRASAIN, 14(3), 25–38.

Pencarian—KBBI Daring. (t.t.). Diambil 4 Mei 2021, dari https://kbbi.kemdikbud.go.id/

Sari, S. M. (2003). Peran Warna pada Interior Rumah Sakit Berwawasan Healing Environment terhadap Proses Penyembuhan Pasien. Dimensi interior, 1(2), 141–156.

Sosilo, G. P., Purwoko, G. H., & Indrawan, S. E. (t.t.). PERANCANGAN ARSITEKTUR INTERIOR TOKO TIP TOP APPAREL AND BIKE DI SURABAYA.

Sutinah, S. (2018). Analisa keberadaan lembaga kesejahteraan sosial anak (LKSA) di Kabupaten Sidoarjo. Dialektika, 13(1), 66–78.

WICAKSONO, A. A., & TISNAWATI, E. (2014). Teori Interior. GRIYA KREASI.

Yunanto, T. A. R. (2019). Perlukah Kesehatan Mental Remaja? Menyelisik Peranan Regulasi Emosi dan Dukungan Sosial Teman Sebaya Dalam Diri Remaja. Jurnal Ilmu Perilaku, 2(2), 75. https://doi.org/10.25077/jip.2.2.75-88.2018