REPRESENTASI SUNGAI SEBAGAI NAGA BASUKI UNTUK MENJAGA KESEIMBANGAN KOSMOLOGI AIR DALAM PENCIPTAAN SENI LUKIS
DOI:
https://doi.org/10.59997/citakara.v1i01.138Abstrak
Fenomena pergeseran tentang pengetahuan dan perlakuan orang Bali terhadap sungai dalam perspektif Hindu merupakan fakta yang sangat penting dan mendesak untuk ditelusuri dan diungkap. Atas dasar pemikiran kesadaran terhadap kondisi realitas yang terjadi pada sungai di era industri maka pencipta punya harapan, cita-cita, kerinduan, dan nilai spritual yang merupakan idealisme sebagai manusia kosmos maka lahir pandangan yang merupakan gagasan penciptaan karya seni lukis dengan judul Representasi Sungai sebagai Naga Basuki untuk Menjaga Keseimbangan Kosmologi Air dalam Penciptaan Seni Lukis. Maksudnya dengan merepresentasikan sungai dengan simbol-simbol yang bisa dipahami maka karya seni yang diciptakan merupakan bahasa metafor yang mampu berkomunikasi dengan khalayak (oudience) dan akan terbangun apresiasi. Dalam hal ini adanya keinginan pencipta menyampaikan pemikiran-pemikiran tertentu (pesan) kepada semua orang melalui karya seni lukis yang diciptakan serta dapat menghasilkan makna melalui mekanisme artikulasi oleh penikmatnya.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2021 CITA KARA : JURNAL PENCIPTAAN DAN PENGKAJIAN SENI MURNI

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.


