Kelelawar Sebagai Ide Penciptaan Seni Instalasi

Penulis

  • I Kadek Doni Suarsana Program Studi Seni Murni, Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Denpasar

DOI:

https://doi.org/10.59997/citakara.v3i1.2339

Kata Kunci:

kenangan masalalu, kelelawar, instalasi

Abstrak

Skripsi ini mengangkat tema “kelelawar sebagai ide penciptaan seni instalasi” Berawal dari kenangan masalalu saat penulis masih duduk di kelas V Sekolah Dasar (SD) penulis dan teman-teman bermain dan menangkap kelelawar kecil yang sering disebut jempiit di kebun belakang rumah, sepulang sekolah penulis dan teman-teman menyempatkan untuk bermain di kebun belakang rumah untuk menangkap atau mencari kelelawar kecil (jempiit).  Kelelawar adalah salah satu anggota dari kelompok mamalia, dan satu-satunya hewan dari kelompok ini yang mampu terbang. Kemampuan tersebut, ditambah dengan kemampuan navigasi pada malam hari dengan menggunakan sistem orientasi akustik (ekolokasi), menjadikan kelelawar sebagai hewan yang menarik.  Namun ada beberapa orang yang menganggap kelelawar itu sebagai hewan yang jahat seperti di tempat–tempat lain di dunia, mamalia terbang tersebut sering disalah pahami. Dari uraian diatas karya akan penulis wujudkan dengan mentransformasikan kelelawar ke dalam  seni instalasi, karya ini penulis buat dengan bahan- bahan daur ulang seperti kertas bekas, serabut kelapa, tissue, bambu dan kardus.

Referensi

Bendi Yudha, I Made. 2005, “Dwi Tunggal dalam Dimensi Lontar” (Tesis), PPs ISI Yogyakarta.

Suyanto, A. (2001). Kelelawar di Indonesia. Puslitbang Biologi-LIPI. Bogor

Susanto, Mike.(2002), Diksi Rupa, Kanisius, Yogyakarta.

Sanyoto, Sadjiman Ebdi. (2009), Nirmana: Elemen-elemen Seni dan Desain. Percetakan jalasutra, Yogyakarta.

WEBSITE

(https://id.m.wikipedia.org/wiki/Kalong), diakses pada tanggal 01 September 2022

(https://tekno.tempo.co/amp/1575957/penyebab-kelelawar-vampir-bisa-bertahan-dengan-mengisap-darah), diakses pada tanggal 01 September 2022

(https://sejarahharirayahindu.blogspot.com/2012/03/karang-sae.html?m=1), diakses pada 10 September 2022

(https://dlhk.jogjaprov.go.id/kelelawar-spesies-penting-ekosistem-karst) diakses pada 23 September 2022

(https://skhb.ipb.ac.id/peranan-kelelawar-dalam-ekosistem-serta-emerging-dan-reemerging-diseases) diakses pada 25 September 2022

(https://www.its.ac.id/news/2020/03/07/kupas-tuntas-metode-sampling-dan-fakta-kelelawar/) diakses pada 01 Oktober 2022

(https://www.kominfo.go.id/content/detail/24022/hoaks-sup-kelelawar-penyebab-virus-corona/0/laporan_isu_hoaks) diakses pada 06 Oktober 2022

(https://www.mongabay.co.id/2020/05/28/mengenal-kelelawar-satwa-penyerbuk-tanaman-dan-pengendali-hama/) diakses pada 20 Oktober 2022

Diterbitkan

2023-04-08

Cara Mengutip

Kelelawar Sebagai Ide Penciptaan Seni Instalasi. (2023). CITA KARA : JURNAL PENCIPTAAN DAN PENGKAJIAN SENI MURNI, 3(1), 80-83. https://doi.org/10.59997/citakara.v3i1.2339

Artikel Serupa

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.