Etnologi Wayang Tradisi Di Desa Pujungan, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan

Authors

  • I Komang Arsana
  • Ni Diah Purnamawati

Keywords:

Etnologi, Wayang Tradisi, Desa Pujungan

Abstract

Kesenian wayang kulit yang ada di desa Pujungan, kecamatan Pupuan, Tabanan, yang merupakan salah satu kesenian yang sangat langka dikarenakan sedikitnya dalang yang ada di Pupuan khususnya, dan pada saat ini seni pewayangan di Pujungan mulai berkembang karena adanya bibit-bibit dalang baru yang mau mempelajari pewayangan agar kesenian pewayangan tersebut tidak punah. Pertunjukan wayang yang ada di Pupuan memiliki ciri khas tersendiri, namun pertunjukan wayang kulit yang ada di Pupuan iniĀ  tidak jauh beda dari pertunjukan gaya Badung dan Sukawati, dikarenakan para dalang yang ada di Pupuan belajar mementaskan wayang di daerah Badung dan Sukawati. Pewayangan gaya Pupuan yang identik dengan siat (pertarungan) yang ramai harus di lakukan hingga bisa memuaskan penonton yang ada di daerah Pupuan, tabanan. Etnologi wayang yang ada di desa Pujungan tidak lepas dari lontar Dharma Pewayangan yang berisikan aturan-aturan apa saja yang harus diikuti sang dalang, sama halnya seperti teori Kawi Dalang sebelum pentas, selama pentas, dan sesudah pentas. Nah di dalam menanggap wayang tradisi Pertunjukkan wayang tersebut masih primitif dengan latar belakang ritual, yaitu kepercayaan kepada kekuatan roh-roh leluhur. Roh-roh akan menampakkan diri dalam bentuk bayang-bayang. Untuk itu, orang membuat obyek gambaran yang membentuk bayangan di atas sehelai kelir.

Downloads

Published

2021-08-21

Issue

Section

Articles