MANUSIA SEBAGAI ELEMEN UTAMA DALAM DESAIN INTERIOR PUBLIK
DOI:
https://doi.org/10.59997/vastukara.v6i1.6083Kata Kunci:
Desain Interior, Kesejahteraan, Pengalaman Spasial , Desain Berpusat pada Manusia, Pergeseran ParadigmaAbstrak
Desain interior konvensional beroperasi pada paradigma yang berpusat pada objek yang membatasi kapasitasnya untuk mendukung kesejahteraan manusia dengan memperlakukan elemen fisik sebagai yang utama dan manusia sebagai penghuni pasif. Makalah ini menantang pandangan tersebut, mengusulkan kerangka kerja teoretis baru yang memposisikan ulang manusia—dalam dimensi psikologis, fisiologis, dan sosio-budaya sepenuhnya—sebagai elemen desain utama. Argumen ini didukung oleh metodologi metode campuran (mixed-methods) multi-tahap yang mendekonstruksi peran komponen fisik melalui tinjauan pustaka dan studi empiris yang diusulkan. Hasil hipotetis menunjukkan bahwa pendekatan yang berpusat pada manusia secara signifikan meningkatkan kenyamanan, rasa memiliki, dan kepuasan emosional, sekaligus mengurangi stres. Temuan ini memvalidasi interpretasi ulang elemen fisik sebagai 'media' bagi pengalaman manusia, yang berpuncak pada usulan 'Kerangka Kerja Elemen Manusia'. Pada akhirnya, penelitian ini menyerukan definisi ulang peran desainer dari 'penata objek' menjadi 'orkestrator pengalaman,' yang berdampak pada praktik profesional dan pendidikan.
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Ahmad Ghazy Dananjaya

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
