Seni Pertunjukan Sebagai Medium Reintegrasi: Refleksi Program Pelatihan Tari di Rumah Tahanan Negara Kelas I Surakarta
DOI:
https://doi.org/10.59997/awjpm.v5i1.6069Keywords:
Pelatihan Seni Pertunjukan, Reintegrasi Sosial, Warga Binaan, TerapiAbstract
Pelatihan seni pertunjukan di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Surakarta merupakan bagian dari upaya reintegrasi sosial yang mengedepankan pendekatan seni sebagai medium pembinaan warga binaan. Kegiatan ini bertujuan untuk membangun rasa percaya diri, kedisiplinan, dan ekspresi positif melalui pelatihan seni pertunjukan yang terstruktur. Melalui metode kolektif partisipatif para peserta pelatihan tidak hanya memperoleh keterampilan artistik, tetapi juga mengalami proses refleksi diri dan pemulihan psikososial. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui empat tahapan: (1) penjajakan minat; (2) pelatihan intensif olah tubuh dan teknik dasar kepenarian; (3) persiapan pementasan; dan (4) pementasan akhir. Hasil dari pelatihan ini menujukkan bahwa pelatihan seni pertunjukan mampu digunakan sebagai sarana membangun kepercayaan diri bagi warga binaan, mengungkapkan emosi, memperkuat identitas positif, serta menumbuhkan harapan akan kehidupan yang lebih baik setelah masa tahanan. Program ini diharapkan menjadi contoh konkret bagaiamana pelatihan seni dapat berperan sebagai sarana efektif dalam proses rehabilitasi dan reintegrasi sosial warga binaan.
Downloads
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Maharani Luthvinda Dewi, Aminudin, Renaldi Lestianto Utomo Putro

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
