Tradisi Bali dalam Lipatan Kanvas Karya Seri Porosan I Ketut Sugantika ‘ Lekung’

Penulis

  • Luh Budiaprilliana Program Studi Seni Murni, Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Denpasar, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.59997/citakara.v2i1.1549

Kata Kunci:

Tradisi, Porosan, Eksplorasi

Abstrak

Tradisi dalam kamus antropologi sama dengan adat-istiadat, yakni kebiasaan – kebiasaan yang bersifat magis – religius dari kehidupan suatu penduduk asli yang meliputi mengenai nilai – nilai budaya, norma – norma, hukum dan aturan – aturan yang saling berkaitan, dan kemudian menjadi sistem atau peraturan yang sudah mantap serta mencakup segala konsepsi sistem budaya dari suatu kebudayaan untuk mengatur tindakan sosial (Arriyono dan Siregar, 1985:4). Tradisi yang kental pelaksanaannya dalam lingkungan tempat anak tumbuh besar memberi pengaruh dalam membangun jaring – jaring memori anak tersebut dalam tumbuh kembangnya. I Ketut Sugantika ‘Lekung’ sebagai salah satu seniman yang lahir dan besar di Bali adalah salah satu dari sekian seniman yang membawa jaring – jaring memori terhadap tradisi Bali ke dalam proses kreatifnya. Seri Porosan oleh I Ketut Sugantika ‘Lekung’ merupakan representasi dari tradisi Bali yang diwujudkan lewat repetisi lipatan – lipatan pada kanvas. Proses pembuatannya yang penuh repetisi dengan pola serupa menghadirkan trance bagi si seniman sehingga merasakan situasi layaknya sedang bermeditasi memfokuskan pengendalian Tri Pramana yang terdiri dari Bayu, Sabda, dan Idep.

Referensi

Ahmadi, H. Abu. Dan Widodo Supriyono. 2013. Psikologi Belajar. Jakarta: Rineka Cipta

Arriyono, dan Aminuddi Siregar. 1985. Kamus Antropologi. Jakarta: Akademik Pressindo

Bahari, Nooryan. 2008. Kritik Seni. Yogyakarta: Pustaka Belajar

Djelantik, A.A.M. 1990. Teori Estetika. Jakarta: Gramedia Pustaka

Hasan, M.Iqbal. 2002. Metodologi Penelitian. Bogor: Ghalia Indonesia

Kartika, Darsono Sony. 2017. Seni Rupa Modern (edisirevisi). Bandung: Rekayasa Sains.

Koentjaraningrat. 1983. Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Gramedia Pustaka

Mustari, Mohamad. 2012. Pengantar Metode Penelitian. Laks Bang. PRESS indo: Yogayakarta

Piliang, Yasraf Amir. 2012. Semiotika dan Hipersemiotika. Bandung: Matahari

Rohidi, Tjetjep Rohendi. 2011. Metodologi Penelitian Seni, Semarang: Cipta Prima Nusantara.

Sugiyono. 2018. Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatifdan R&D), Bandung: Alfabeta.

Sunarto & Suherman. 2017. Apresiasi Seni, Yogyakarta: Thafa Media.

Susanto, Mikke. 2011. Diksi Rupa. Yogyakarta: Dictiart Lab & Jagad Art Space, Bali.

Rujukan Internet

Suyatra, Putu. 2017. Ada Tiga Unsur Kekuatan Tuhan, Porosan Jadi Jiwa Sebuah Persembahan. (Tersedia pada https : // baliexpress .jawapos.com/ balinese/13/08/2017/ada-tiga-unsur-kekuatan-tuhan-porosan-jadi-jiwa-sebuah-persembahan/) diakses pada 11 Januari 2022.

Rujukan Narasumber/ Informan

Wawancara dengan I Ketut Sugantika ‘Lekung’, selaku seniman. Pada tanggal 3 Januari 2022.

Diterbitkan

2022-04-19

Cara Mengutip

Tradisi Bali dalam Lipatan Kanvas Karya Seri Porosan I Ketut Sugantika ‘ Lekung’. (2022). CITA KARA : JURNAL PENCIPTAAN DAN PENGKAJIAN SENI MURNI, 2(1), 100-109. https://doi.org/10.59997/citakara.v2i1.1549

Artikel Serupa

1-10 dari 73

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

1 2 > >>