Analisis Kerajinan Sulaman Dalam Estetika Monroe Beardsley (Studi Pada Kerajinan Sulam di Desa Cikunir Kecamatan Mangkubumi Kota Tasikmalaya)
Kerajinan Sulaman
DOI:
https://doi.org/10.59997/hastagina.v2i01.1554Kata Kunci:
Estetika, Sulaman, Monroe BeardsleyAbstrak
Seni adalah segala kegiatan yang diciptakan oleh manusia dan terdapat sebuah unsur keindahan, adapun seni yang dimaksud disini yaitu seni kriya. Seni kriya merupakan seni kerajinan tangan dengan tahap pembuatannya menggunakan tangan manusia dan keterampilan khusus serta memiliki nilai kegunaan atau fungsi dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kerajinan sulaman dengan menggunakan teori estetika Monroe Beardsley, dengan mengacu pada rumusan masalah bagaimana analisis kerajinan sulaman dalam estetika Monroe Beardsley?. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan analisis deskriptif sehingga dapat mendeskripsikan dan menganalisa terkait obyek yang diteliti. Temuan dari penelitian ini yaitu dalam analisis estetika Monroe Beardsley kerajinan sulaman meliputi kombinasi kesatuan, kerumitan, dan kesungguhan. Perpaduan kesatuan unity, diantaranya adalah perpaduan yang meliputi unsur garis, unsur bangun, unsur rasa permukaan bahan atau tekstur dan unsur warna. Kerumitan atau complexity tingkat kerumitan terletak pada motif naturalis yang banyak menampilkan bentuk stilasi dari bunga, daun, tangkai, putik dan lain sebagainya. Bentuk-bentuk tersebut sekilas memang tampak cukup sederhana, akan tetapi dalam sistem pengerjaannya memiliki tingkat kerumitan karena memerlukan keuletan, keahlian dan juga kesabaran. Kesungguhan atau Intensity ini dapat dilihat dari sebuah bentuk yang diambil. Intensitas atau kesungguhan pada sebuah karya kerajinan sulaman Secara filosofis semuanya memiliki keterkaitan dengan alam sehingga memiliki suatu nilai kesungguhan dimana motif tersebut merupakan hasil eksplorasi bentuk tiruan menjadi tampak nyata dan juga indah.
Unduhan