JAJA BEBANGKIT SEBAGAI PERWUJUDAN PERSEMBAHAN YANG MENGANDUNG NILAI ESTETIK
DOI:
https://doi.org/10.59997/citakara.v1i01.134Kata Kunci:
Upakara, Ritual, EstetikaAbstrak
Agama hindu di Bali adalah agama yang sangat sarat dengan persembahan sebagai rasa terimakasih kepada Tuhan dengan segala manisfestasiNya, juga persembahan kepada Leluhur, Juga kepada para Rsi yang diterjemahkan sebagai hutang, sehingga semua umat merasa berkewajiban untuk melakukannya. Dalam melaksanakan kewajiban untuk melakukan persembahan dengan serangkaian upakara , selalu dikemas dengan rangkaian yang sangat simbolik dan mempunyai nilai estetik yang tinggi. Keindahan atau estetika merupakan pertimbangan yang sangat penting dalam melakukan serangkaian persembahan, mulai dari benda-benda sebagai perwujudan upakara, ucapan- ucapan mantra yang diucapkan dengan irama yang indah, sampai pada sikap para pelaku persembahan dengan sikap maupun gerak indah dalam bentuk tarian. Bebangkit adalah serangkaian upakara dengan makna simbolis yang bermakna manifestasi dari buana agung, dengan symbol-simbol isi jagat raya ini.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2021 CITA KARA : JURNAL PENCIPTAAN DAN PENGKAJIAN SENI MURNI

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.


