Komposisi Karawitan Tabuh Petegak Kreasi “Sarwa Luwih ”

Penulis

  • Gede Nikolas Candra Biagi Institut Seni Indonesia Bali
  • I Komang Sudirga Institut Seni Indonesia Bali
  • Ni Ketut Dewi Yulianti Institut Seni Indonesia Bali

DOI:

https://doi.org/10.59997/jurnalsenikarawitan.v5i1.5186

Kata Kunci:

Tabuh kreasi, petegak joged bumbung, Sarwa Luwih, seni tradisional Bali, inovasi budaya.

Abstrak

Kesenian Joged Bumbung, khususnya di Kabupaten Buleleng, menghadapi tantangan dalam mempertahankan daya tariknya di kalangan masyarakat. Hal ini disebabkan oleh dominasi gaya klasik yang dianggap kurang menarik bagi generasi muda, yang lebih tertarik pada Joged Bumbung dengan gaya kekinian. Dalam konteks ini, artikel ini membahas penciptaan komposisi tabuh kreasi petegak pejogedan yang berjudul Sarwa Luwih melalui Studi/Proyek Independen Program MBKM. Karya ini merupakan upaya inovatif untuk menghidupkan kembali kesenian Joged Bumbung klasik. Tabuh petegak pejogedan, yang dimainkan sebelum pertunjukan Joged Bumbung dimulai, umumnya masih menggunakan gaya tradisional dari era 70-an. Namun, ada kecenderungan penurunan minat terhadapnya, meskipun tabuh ini memiliki nilai sejarah yang penting dalam pertunjukan Joged Bumbung klasik. Melalui karya ini, penulis bertujuan menciptakan komposisi baru yang menggabungkan unsur-unsur tradisional dengan pembaruan, seperti penggabungan alat musik Karinding dan Bumbung Genggong, yang belum pernah ditemukan pada tabuh petegak Joged Bumbung sebelumnya.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Diterbitkan

2025-06-30

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

Artikel Serupa

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.