PENERAPAN MOTIF NUSANTARA DALAM PENCIPTAAN KARYA BATIK DI CV. TARUM BALI SEJAHTERA

Penulis

  • Nurlaeli Dwi Safitri Program Studi Kriya, FSRD, ISI Denpasar
  • Ni Kadek Karuni Program Studi Kriya, FSRD, ISI Denpasar
  • Ida Ayu Gede Artayani Program Studi Kriya, FSRD, ISI Denpasar

DOI:

https://doi.org/10.59997/hastagina.v2i01.1022

Kata Kunci:

Batik, Warna Alam, Motif

Abstrak

Magang merupakan kegiatan praktik bagimahasiswa dengan tujuan mendapatkan pengalaman dari kegiatan tersebut,
yang nantinya dapat digunakan sebagai pengembangan profesi bagi mahasiswa.Kegiatan ini dilakukan langsung di dalam
dunia kerja secara nyata. Adapun kegiatan magang ini pencipta lakukan di CV. Tarum Bali Sejahtera di Gianyar Bali.Tempat
usaha ini berkecimpung dibidang tekstil khususnya batik dan pewarnaan alam. Metode penciptaan yang digunakan dalam
pembuatan karya dari proses magang ini adalah melalui dua pendekatan secara intuitif, dan melalui metode ilmiah yang telah
direncanakan secara seksama, analitis serta sistematis. Dalam metode mengacu pada teori penciptaan yang diajukan oleh SP.
Gustami dalam bukunya yang berjudul “proses penciptaan seni kriya : untaian metodologis” menjelas kantentang proses
penciptaan karya kriya melalui tiga pilar penciptaan seperti eksplorasi, eksperimen, dan pembentukan Gustami, 2004:31
(dalam Kusyati,2019:22).
Konsep penciptaan karya ini yaitu membuat karya berupa batik yang dimana hasil dari kolaborasi antara batik
tulisdengan canting, serta kuas sebagai dekorasi tambahan dalam pembuatan karya batik tersebut. Proses penciptaan karya
batik tulis dilakukan melalui tahap perancangan yaitu menggali ide yang akan diciptakan selanjutnya adalah proses pembuatan
yaitu melalui langkah membuat motif, menyalin motif pada kain, mencanting, pewarnaan, penguncian dan pelorodan. Hasil
karya ini berupa batik dengan motif kopi khas bondowoso Jawa timur, kawung dan parang motif Jawa tengah, lereng Jawa
Barat,kakul - kakulan, patra Samblung serta kain poleng khas Bali, Shaho khas Balikpapan serta penambahan motif berupa
truntum, cecek 5, ceccek 7, ukel sawut dan ukel – ukelan. Pewarnaan menggunakan warna alam dengan fiksasi berupa tunjung
dan tawas.
Keywords : Batik, warna alam, motif

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.
Hastagina: Jurnal Kriya dan Industri Kreatif

Diterbitkan

2022-05-23

Cara Mengutip

PENERAPAN MOTIF NUSANTARA DALAM PENCIPTAAN KARYA BATIK DI CV. TARUM BALI SEJAHTERA. (2022). Hastagina : Jurnal Kriya Seni, 2(01), 24-33. https://doi.org/10.59997/hastagina.v2i01.1022

Artikel Serupa

1-10 dari 67

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama