WENINGKARA: Tradisi Siraman Sedudo dalam Karya Busana Edgy Authentic

Authors

  • Eirys Ocsa Prameswari Institut Seni Indonesia Bali
  • Ni Kadek Yuni Diantari Institut Seni Indonesia Bali
  • I Wayan Dedy Prayatna Institut Seni Indonesia Bali

Keywords:

Seni Fesyen, Tradisi Sedudo, Budaya, Metode Frangipani

Abstract

Penciptaan karya busana ini dilatarbelakangi oleh kekayaan nilai budaya dan spiritual dalam tradisi siraman Sedudo yang berasal dari Kabupaten Nganjuk. Tradisi tersebut tidak hanya dimaknai sebagai ritual penyucian diri, tetapi juga mengandung filosofi keseimbangan, harapan, dan keberkahan hidup. Tujuan dari penciptaan karya ini adalah untuk merepresentasikan makna filosofis tradisi siraman Sedudo ke dalam sebuah koleksi busana yang bernilai estetis, konseptual, dan fungsional melalui pendekatan seni fesyen. Metode yang digunakan dalam proses penciptaan adalah metode perancangan Fragipani, dengan menerapkan delapan tahapan sistematis, meliputi penggalian ide, perumusan konsep, eksplorasi visual, pengembangan desain, hingga perwujudan karya busana. Koleksi busana yang dihasilkan diberi nama Weningkara, yang merepresentasikan ketenangan batin, kesucian, serta refleksi spiritual yang terinspirasi dari elemen air terjun Sedudo, kembang tujuh rupa, dan nilai-nilai ritual satu suro. Hasil penciptaan menunjukkan bahwa unsur budaya lokal dapat diolah menjadi karya seni fesyen kontemporer tanpa menghilangkan makna filosofis aslinya. Karya ini diharapkan dapat menjadi bentuk pelestarian budaya sekaligus kontribusi dalam pengembangan seni fesyen berbasis kearifan lokal.

Downloads

Published

2026-03-31

Issue

Section

Articles