Gelombang Rindu Metafora Film The Mirror Never Lies Sebagai Ide Penciptaan Karya Busana Artistik Berkolaborasi Dengan Tudisign
Keywords:
Busana Artistik, Bajau, Gelombang Laut, Refleksi Diri, The Mirror Never LiesAbstract
Busana “Gelombang Rindu” lahir dari kolaborasi kreatif antara penulis dengan Tudisign, yang terinspirasi oleh film The Mirror Never Lies karya Kamila Andini. Film ini menampilkan kehidupan masyarakat Bajau di Wakatobi dan mengangkat tema kehilangan, kerinduan, serta refleksi diri melalui simbol laut dan cermin. Koleksi busana ini mewujudkan narasi emosional dan budaya lokal melalui tiga kategori: Ready To Wear, Ready To Wear Deluxe, dan Semi Haute Couture. Proses penciptaan menggunakan metode FRANGIPANI, dimulai dari riset budaya dan visualisasi 2D/3D, hingga produksi final dengan teknik jahit kompleks, patchwork, couching, dan hand stitching. Warna biru, cream, dan abu-abu diaplikasikan untuk mengekspresikan kedalaman laut, harapan, dan kehilangan, sementara motif gelombang dan rumah panggung merepresentasikan kehidupan Bajau. Hasil karya menampilkan busana sebagai medium ekspresi artistik, budaya, dan emosi, yang tidak hanya fungsional tetapi juga memiliki nilai estetis tinggi. Busana ini menunjukkan kemampuan fashion menjadi sarana penceritaan budaya yang autentik dan kontemporer.
Downloads
Published
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.





