Eksplorasi Modest Wear dengan Teknik Modular sebagai Metafora Konflik Emosional Poligami dalam Film Ayat-Ayat Cinta

Authors

  • Najla Mufida Azmi Institut Seni Indonesia Bali
  • Ida Ayu Kade Sri Sukmadewi Institut Seni Indonesia Bali
  • Ni Kadek Yuni Diantari Institut Seni Indonesia Bali

Keywords:

modest wear, teknik modular, poligami, metafora

Abstract

Film Ayat-Ayat Cinta karya Hanung Bramantyo merepresentasikan kompleksitas konflik emosional dan spiritual perempuan dalam konteks poligami, yang sarat dengan dilema batin, ketimpangan relasi cinta, serta tuntutan keikhlasan. Narasi tersebut menjadi landasan konseptual dalam penciptaan karya busana modest wear yang memanfaatkan teknik modular sebagai metafora visual atas dinamika emosi perempuan. Penciptaan karya ini dilatarbelakangi oleh kecenderungan modest fashion kontemporer yang lebih menekankan aspek estetika dibandingkan nilai reflektif terhadap pengalaman batin perempuan. Metode penciptaan mengacu pada “FRANGIPANI: The Secret Steps of Art Fashion” oleh Ratna Cora, meliputi tahapan riset, perancangan, produksi, hingga penyajian karya. Konsep desain dikembangkan dengan gaya exotic dramatic melalui siluet tegas dan sistem modular yang dapat dilepas-pasang sebagai simbol konflik emosional, ketimpangan cinta, serta proses penerimaan dan keikhlasan. Hasil karya berupa busana Ready to Wear, Ready to Wear Deluxe, dan Semi Couture yang berfungsi tidak hanya sebagai produk fashion, tetapi juga sebagai media naratif dan reflektif yang menyampaikan pesan sosial dan spiritual.

Downloads

Published

2026-03-31

Issue

Section

Articles