Champak's Representation In Balinese People's Life As Inspiration For Painting Creation

Main Article Content

Ida Bagus Rekha Bayutha
D.A. Tirta Ray
I Nengah Wirakesuma

Abstract

Berangkat dari penulusuran sejarahnya seni yang imitatif sudah ada sejak ribuan tahun. Kemudian berkembang dengan hadirnya beragam subjek matter salah satunya adalah bunga. Sejak ditemukannya teknologi fotografi kecenderungan representatif ini mulai ditinggalkan namun demikian seniman akan kembali melakukan proses ‘imitasi’. Keunikan dalam visual akan dicapai bila bentuk-bentuk representasional tersebut digabungkan dengan pemahaman simbolis mengenai nilai-nilai tradisi yang bisa digunakan dalam eksplorasi karya. Dengan mengambil tema cempaka diharapkan dapat mewakili ide-ide dalam penciptaan seni lukis. Ketertarikan penulis diawali ketika melihat lekukan kelopak bunga cempaka dan menyadari bahwa kehadirannya selalu mewarnai aspek kehidupan masyarakat Bali. Sehingga menyakini bahwa cempaka memuat nilai-nilai estetis yang dapat diterjemahkan ke dalam seni lukis dua dimensi. Melalui bimbingan oleh I Nyoman Erawan sebagi mitra MBKM karya-karya yang dihasilkan nanti merupakan sebuah hasil diskusi serta hasil penelusuran pustaka lewat jurnal, skripsi, maupun internet. Tahap visualisasi nanti akan menerapkan prinsip-prinsip seni rupa berupa Keseimbangan, Proporsi, Irama, Penekanan, dan Kesatuan. Selain itu juga menggunakan metode penciptaan berupa Eksplorasi, Improvisasi, dan Pembentukan, melalui tahapan tersebut tercipta 6 buah karya yang berjudul: 1)”Cempaka 1: Gratitude”, 2) “Cempaka 2: Balance”, 3) “Cempaka 3: Paradoks”, 4) “Cempaka 4: Tiga”, 5) “Cempaka 5: Homage to Mahadewa”, 6) “Cempaka 6: Value ?”. Pada akhirnya terwujudlah karya yang terkait dengan judul yang diangkat yaitu ‘Representasi Cempaka dalam Kehidupan Masyarakat Bali Sebagai Inspirasi Penciptaan Seni Lukis“, dan diharapkan dengan tercapainya karya ini dapat berguna bagi khalayak dan dapat memberikan kesadaran bagi kita tentang makna cempaka dalam kehidupan sehari-hari.

Article Details

How to Cite
Rekha Bayutha , I. B. ., Tirta Ray , D., & Wirakesuma, I. N. . (2022). Champak’s Representation In Balinese People’s Life As Inspiration For Painting Creation. CITA KARA : JURNAL PENCIPTAAN DAN PENGKAJIAN SENI MURNI, 2(1), 7–18. Retrieved from https://jurnal2.isi-dps.ac.id/index.php/citrakara/article/view/1538
Section
Articles

References

Bendi Yudha, I Made. (2006), Dwi Tunggal dalam Dimensi Lontar. Imaji, 4 (1), 1-19 .

Gazali, Muhammad. (2017), Lukisan Prasejarah Gua Leang-leang Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan: Kajian Simbol S.K.Langer. imaji, 15(1), 57-67.

Jaya Putra, I Gede. (2011), Tragedi Kecelakaan Kendaraan Sebagai Interpretasi Dalam Kehidupan (Skripsi), Insitut Seni Indonesia, Denpasar.

Sony Kartika, Dharsono. (2017), Seni Rupa Modern Edisi Revisi, Rekayasa Sains, Bandung.

Suarjana, I Nyoman. (1997), Aji Janantaka Cerita Pohon Kayu Di Bali. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta.

Suartini, Ni Wayan. (2007), Cempaka Bunga Ritual Sakral Masyarakat Bali (Tesis). PPS ISI Yogyakarta, Yogyakarta.

Sutara, Pande Ketut. (2016), Inventarisasi Dan Fungsi Tumbuh-Tumbuhan Yang Digunakan Dalam Pembuatan Banten Daksina , Universitas Udayana, Denpasar Bali.

Taruan, Hatmi Negria. (2018), Visualisasi Ekspresi Wajah Negatif Dalam Fenomena Sosial. Artchive, 1(1), 31-44.

Rujukan Internet

Dwija Dauh, Jro Gede. (2019), Hidup adalah pelayanan: Bunga Dalam Hindu diakses 19 Januari 2022, dari https://dwijadauh.blogspot. com/ 2019/02/bunga-dalam-hindu.html.

http://archive/ivaa/org/pelakuseni/nyoman-erawan

Nugraha, Jevi. (2021). Merdeka.com : Paradoks Adalah Pendapat yang Bertentangan, Berikut Penjelasan dan Contohnya, Diakses 21Januari 2022, dari https://www.merdeka.com/jateng/ paradoks-adalah-pendapat-yang-bertentangan-berikut-penjelasan-dan-contohnya-kln.html.

Wardani, Farah. (2014), Farah Wardani Archive : Membaca Karya S.Sudjojono #1: ‘Bunga Chrysant’ (1962) Dan ‘Anggrek’ (1975). Diakses 13 November 2021, dari https:// arsipfarahwardani-blog.tumblr.com/post/ 81368711016/membaca-karya-ssudjojono-1-bunga-chrysant.

Most read articles by the same author(s)