Inovasi Furniture Berbahan Plywood Finishing High Pressure Laminate Sebagai Pendukung Pertumbuhan Properti di Desa Saba
DOI:
https://doi.org/10.59997/hastagina.v5i02.5669Kata Kunci:
Plywood, High Pressure Laminate, inovasi furniture, properti, Desa SabaAbstrak
Penelitian ini membahas inovasi dalam proses perancangan dan pembuatan furniture berbahan dasar plywood dengan finishing High Pressure Laminate (HPL) yang dikembangkan sebagai solusi untuk mendukung pertumbuhan sektor properti di Desa Saba, Kabupaten Gianyar, Bali. Seiring meningkatnya pembangunan properti seperti hunian, vila, dan fasilitas penunjang pariwisata di kawasan tersebut, kebutuhan terhadap furniture yang memiliki kualitas tinggi, estetika menarik, daya tahan baik, serta efisiensi biaya produksi semakin meningkat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi lapangan, observasi, wawancara dengan pelaku industri properti dan pengrajin lokal, serta eksperimen pembuatan produk. Plywood dipilih sebagai material utama karena memiliki keunggulan berupa bobot ringan, kekuatan struktur yang stabil, kemudahan dalam proses pembentukan, serta sifat yang lebih ramah lingkungan dibandingkan kayu solid. Sementara itu, penerapan finishing HPL memberikan nilai tambah berupa ketahanan terhadap goresan, panas, dan kelembapan, serta memungkinkan eksplorasi berbagai motif dan warna yang modern dan elegan. Proses perancangan dilakukan dengan memperhatikan prinsip ergonomi, efisiensi ruang, serta kesesuaian dengan karakter arsitektur tropis di Desa Saba. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan material plywood berfinishing HPL mampu menghasilkan furniture yang tidak hanya fungsional dan estetis, tetapi juga kompetitif dari segi biaya produksi. Inovasi ini berpotensi memperkuat daya saing industri kreatif lokal, mendorong kolaborasi antara pengrajin dan pengembang properti, serta berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi berbasis desain dan pariwisata di Desa Saba
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 ikadek yogi kertayasa kadek yogi, I Ketut Muka, I Made Suparta

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.