Peran Seni Kriya Dalam Mendukung Pariwisata Berbasis Budaya di Desa Penglipuran, Bali

Penulis

  • Masetya Mukti Politeknik Negeri Banyuwangi
  • Karenina Mauren Dijani Manajemen Bisnis Pariwisata, Jurusan Pariwisata, Politeknik Negeri Banyuwangi

DOI:

https://doi.org/10.59997/hastagina.v5i02.5623

Kata Kunci:

Desa Adat Penglipuran, Peran, Ekonomi, Budaya, Pariwisata

Abstrak

Desa Penglipuran di Kabupaten Bangli, Bali merupakan salah satu contoh desa wisata berbasis budaya yang berhasil mengedepankan pelestarian tradisi, lingkungan alam, dan pemberdayaan masyarakat lokal. Desa ini mempertahankan tata ruang dan arsitektur tradisional Bali yang diwariskan secara turun-temurun, yang mencerminkan nilai-nilai filosofi kehidupan, harmoni, dan keberlanjutan. Selain itu, Desa Penglipuran juga mengembangkan seni kriya, khususnya anyaman bambu dan berbagai kerajinan tradisional lainnya, sebagai daya tarik wisata unggulan. Produk kerajinan ini tidak hanya menjadi komoditas ekonomi, tetapi juga berfungsi sebagai media pelestarian nilai-nilai budaya lokal yang autentik. Seni kriya di desa ini menjadi sarana ekspresi budaya yang memperkuat identitas masyarakat serta memperkaya pengalaman wisatawan melalui interaksi langsung dengan proses kreatif dan nilai-nilai tradisional. Pengelolaan pariwisata di Desa Penglipuran dilakukan secara kolaboratif antara masyarakat adat, pemerintah daerah, dan pelaku usaha lokal. Model pengelolaan ini mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga keseimbangan antara pelestarian budaya dan pengembangan ekonomi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode observasi, wawancara dan dokumentasi untuk menggali peran seni kriya dalam mendukung pengembangan desa wisata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan seni kriya tidak hanya memperkuat citra Desa Penglipuran sebagai destinasi budaya yang unik dan autentik, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan pendapatan dan pelestarian warisan budaya yang berkelanjutan. Dengan demikian, Desa Penglipuran menjadi contoh sukses nyata integrasi harmonis antara budaya, ekonomi, dan lingkungan dalam kerangka pembangunan pariwisata berbasis masyarakat

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Unduhan

Diterbitkan

2025-10-13

Artikel Serupa

1 2 > >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.