Layudan Banten dan Dampak Ekologi di Bali Melalui Fotografi Dokumenter

Penulis

  • I Kadek Agus Mahardika Institut Seni Indonesia Bali
  • I Made Gede Arimbawa Institut Seni Indonesia Bali
  • I Wayan Mudana Institut Seni Indonesia Bali

DOI:

https://doi.org/10.59997/rjf.v6i2.6570

Kata Kunci:

fotografi dokumenter, banten Bali, lingkungan, layudan banten, buku foto

Abstrak

Banten merupakan sarana persembahan suci dalam tradisi keagamaan Hindu Bali yang mengandung nilai spiritual, estetika, dan ekologis sebagai perwujudan harmoni antara manusia, alam, dan Tuhan. Namun, perkembangan zaman dan modernisasi telah mendorong perubahan dalam praktik pembuatan banten, khususnya penggunaan material non-organik yang berdampak pada meningkatnya layudan banten dan permasalahan ekologis di Bali. Penciptaan ini bertujuan untuk merepresentasikan fenomena layudan banten dan dampak ekologinya melalui pendekatan fotografi dokumenter. Metode penciptaan karya meliputi studi pustaka, observasi partisipatif, dan wawancara, yang kemudian diwujudkan dalam bentuk buku foto berjudul “Mewali – dari Alam Kembali ke Alam”. Pendekatan fotografi dokumenter digunakan sebagai media untuk merekam realitas sosial dan budaya secara jujur, sekaligus membangun narasi visual yang reflektif terhadap hubungan antara tradisi, modernisasi, dan lingkungan. Buku foto berjudul “Mewali – dari Alam Kembali ke Alam” diharapkan mampu menjadi dokumentasi visual, media refleksi, serta sarana peningkatan kesadaran ekologis masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan layudan banten yang selaras dengan nilai-nilai Tri Hita Karana.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Bate, D. 2009. Photography: The Key Concepts. Oxford: Berg.

Hall, S. 1997. Representation: Cultural Representations and Signifying Practices. London: Sage Publications.

Julmi. 2020. Metode observasi partisipan dan non-partisipan dalam penelitian kualitatif. Available at: repository perguruan tinggi Indonesia.

Moore, W. E. 1963. Social Change. Englewood Cliffs: Prentice-Hall.

Newhall, B. 1982. The History of Photography: From 1839 to the Present. (Rev. ed.). London: Secker & Warburg.

Odum, E. P. 1971. Fundamentals of Ecology. Philadelphia: W.B. Saunders.

Parr, M., & Badger, G. 2004. The Photobook: A History. London: Phaidon.

Radhakrishnan, S. 1951. Indian Philosophy. London: George Allen & Unwin.

Scoot, C. 1999. The Spoken Image: Photography and Language. London: Reaktion Books.

Suda I Ketut. 2019. Penanggulangan Sampah Plastik pada Upacara Piodalan di Pura Besakih. Available at: http://repo.unhi.ac.id/handle/123456789/45.

Sugiono. 2018. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sukarya, Daniek G. 2009. Kiat Sukses Deniek G. Sukarya dalam Fotografi dan Stok Foto. Jakarta: Elex Media Komputindo.

Titib, I M. 2003. Teologi dan Simbol-Simbol dalam Agama Hindu. Surabaya: Paramita.

Yusuf, Muri. 2014. Metode Penelitian: Kuantitatif, Kualitatif, dan Penelitian Gabungan. Jakarta: Kencana Prenadamedia Group.

Sumber wawancara :

Sudiana, I Made (51th.), kepala keluarga pemilik kebun di tengah-tengah Kota Denpasar, wawancara tanggal 25 Oktober 2025 di rumahnya, Banjar Buana Desa, Padangsambian, Denpasar, Bali

Unduhan

Diterbitkan

29-07-2026

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

Artikel Serupa

<< < 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 > >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.