PERANCANGAN INTERIOR ART CAMP SEBAGAI WAHANA EDUKASI ANAK

Main Article Content

Putu Ari Darmastuti

Abstract

Penggunaan gadget yang sangat tinggi terutama dikalangan anak muda dan anak-anak melahirkan istilah thumb generation. Thumb generation ini muncul ketika sejak dini anak-anak telah di perkenalkan dan orang tua memilih gadget sebagai media edukasi karena dirasa efisien dan sesuai dengan gaya hidup modern. Dalam pembentukan perilaku, gadget juga akan memengaruhi anak. Ketika akan menggunakan gadget, anak akan terbiasa dengan hal-hal instan. Anak-anak yang merupakan generasi penerus bangsa, merupakan hal penting bagi sebuah bangsa karena anak-anak merupakan generasi emas penerus kelangsungan bangsa. Hal ini setara dengan pentingnya padi bagi bangsa-bangsa di Asia khususnya Indonesia. Mengatasi masalah yang timbul akibat penggunaan gadget Art camp sebagai bentuk media dan wadah yang dirancang untuk memberikan edukasi dan pengalaman melalui pembelajaran tentang seni yang menyenangkan dengan padi sebagai konsep perancangan interior Art Camp. Tujuan perancangan interior Art Camp adalah memberikan anak-anak suasana yang dapat memantik daya kreatifitas yang membuat mereka melupakan gadget  sejenak. Perancangan ini menggunakan metode perancangan yaitu Seven Modes Of The Design Innovation Process oleh Vijay Kumar. 7 metode tersebut adalah Sense Intent, Know Context, Know People, Frame Insight, Explore Concepts, Frame Solutions, Realize Offerings. Metode ini merupakan rangkaian dari fenomena yang diangkat sebagai topik, analisis terhadap subjek dan objek hingga solusi yang ditawarkan berupa rancangan interior Art Camp. Hasil dari pemecahan masalah yaitu berupa rancangan interior berkaitan dengan bentuk ruang yang dapat mendukung konsentrasi, ketengangan, pemicu kreativitas dan dapat memberikan rasa senang pada anak-anak. Bentuk rancangan berupa ruang yang terdiri dari lantai, dinding dan langit-langit, fasilitas ruang dan aksesoris ruang.

Article Details

How to Cite
Putu Ari Darmastuti. (2022). PERANCANGAN INTERIOR ART CAMP SEBAGAI WAHANA EDUKASI ANAK. VISWA DESIGN: Journal of Design, 1(1), 14–23. Retrieved from https://jurnal2.isi-dps.ac.id/index.php/viswadesign/article/view/897
Section
Articles

References

R. Zulhaqqi, “Manfaatkan Potensi Gadget,” Intisari, vol. 634, 2015.

“PENTINGNYA STIMULASI DINI BAGI TUMBUH KEMBANG OTAK ANAK,” NERS Unair. http://ners.unair.ac.id/site/lihat/read/486/pentingnya-stimulasi-dini-bagi-tumbuh-kembang-otak-anak (diakses Des 27, 2021).

C. Wade dan C. Tavris, Psikologi edisi kesembilan jilid 1. Jakarta: Erlangga, 2008.

R. E. Slavin, Educational psychology: Theory and practice. Boston: Pearson Education Inc, 2006.

N. L. Gage dan D. C. Berliner, Educational psychology. Boston: Houghton Mifflin, 1984.

W. McDonough dan M. Braungart, Cradle to cradle: Remaking the way we make things. North point press, 2002.

V. Kumar, 101 design methods: A structured approach for driving innovation in your organization. John Wiley & Sons, 2012.

F. D. Ching dan C. Binggeli, “Desain interior dengan ilustrasi,” Jakarta: PT Indeks, 2011.