Bayangan Sebagai Inspirasi pada Penciptaan Karya Seni Grafis Cetak Tinggi
DOI:
https://doi.org/10.59997/ctkr.v5i1.4459Kata Kunci:
Shadow, Inspiration, Aesthetic Experience, High PrintAbstrak
Bayangan dapat dijadikan sebagai elemen yang menarik dalam penciptaan seni grafis cetak tinggi. Pada Konsep yang diusung dalam Laporan akhir ini, bayangan bukan hanya sekadar representasi visual, tetapi juga menjadi sumber inspirasi penulis. Dalam proses berkarya ini menggunakan teknik cetak tinggi sebagai teknik utama dan gabungan dari beberapa media lain.
Manusia biasa mengkopi alam sekitarnya sebagai estetiknya, yang biasa ditemukannya sebagai pengalaman dan memori. Bentuk pengalaman ini disebut sebagai pengalaman estesis atau bisa juga disebutkan sebagai inspirasi. Menurut Munro, pengalaman estesis adalah cara stimulus merespon sesuatu yang ada dari luar diri, tidak sekedar melalui persepsi inderawi, namun juga terkait proses psikologis seperti imajinasi dan emosi Berdasarkan uraian tersebut, bayangan dapat menjadi objek pengalaman estesis bagi subjek sebagai spektator maupun kreator dalam penciptaan sebuah karya. Bentuk bayagan yang berubah setiap waktunya memberi ruang untuk bereksplorasi memahami bentuk-bentuk yang dihasilkan oleh bayangan khususnya bayangan dari tanaman. Bayangan dari tanaman menjadi objek utama, karena dapat ditemukan sehari-hari sehingga menjadi bentuk pengalaman yang familiar dan estetik serta menarik untuk dijadikan sebagai sumber inspirasi penciptaaan seni grafis cetak tinggi.
Referensi
R. Sorenson, Seeing Dark Things. England: Oxford University, 2008.
D. Junaedi, Estetika: Jalinan Subjek, Objek dan Nilai. Yogyakarta: ArtCiv, 2016.
“Ukiyo-e: The Woodblock Printing Process,” 2024. Accessed: Sep. 18, 2024. [Online]. Available: https://education.asianart.org/resources/the-ukiyo-e-woodblock-printing-process/
R. Soedarsono, Mencipta Lewat Tari (Creating Through Dance). Yogyakarta: Institut Seni Indonesia Yogyakarta, 2001.
Y. S. Hadi, Mencipta Lewat Tari (Creating Through Dance). Yogyakarta: Institut Seni Indonesia Yogyakarta, 2003.
Mujiyono, “Seni Rupa dalam Perspektif Metodologi Penciptaan : Refleksi Atas Intuitif dan Metodis,” vol. VI, no. 1, pp. 75–85, 2010, Accessed: Sep. 18, 2024. [Online]. Available: https://sipadu.isi-ska.ac.id/sidos/rpp/20171/rpp_97966.pdf
I. M. B. Yudha, “Metode Penciptaan Simbolisasi Bentuk dalam Ruang Imaji Rupa,” Denpasar, 2010. Accessed: Sep. 18, 2024. [Online]. Available: https://repo.isi-dps.ac.id/140/1/Metode_Proses_Penciptaan_Simbolisasi_Bentuk_Dalam_Ruang_Imaji_Rupa.pdf
Y. Badriya, “Pengertian Estetika Menurut Para Ahli Beserta Penjelasanya,” IlmuSeni.com. Accessed: Sep. 18, 2024. [Online]. Available: https://ilmuseni.com/dasar-seni/pengertian-estetika-menurut-para-ahli
A. DKV, “10 Makna Warna Berdasarkan Psikologi dalam Desain,” Malang, 2022. Accessed: Sep. 18, 2024. [Online]. Available: https://machung.ac.id/artikel-prodi-dkv/makna-10-warna-berdasarkan-pskologi-dalam-desain/
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Ni Nyoman Ayu Suti Aryani, I Nengah Wirakesuma, I Wayan Setem

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.


