Penerapan Artificial Intelligence (AI) Dalam Wedding Portrait
DOI:
https://doi.org/10.59997/rjf.v5i1.5238Kata Kunci:
kecerdasan buatan, pernikahan, potretAbstrak
Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan adalah cabang ilmu komputer yang fokus pada pengembangan sistem dan algoritma yang dapat meniru kemampuan berpikir dan belajar manusia. Alat pengeditan berbasis AI, seperti Adobe Photoshop dan Lightroom, menawarkan fitur otomatisasi yang memungkinkan pengguna melakukan pengeditan kompleks dengan cepat, seperti pemilihan subjek dan penghapusan latar belakang. AI juga mampu menciptakan gambar baru melalui algoritma generatif, memberikan kebebasan kreativitas yang lebih luas.
Pada proses penciptaan karya ini, penulis menggunakan beberapa metode yang menunjang terciptanya karya ini. Karya ini menggunakan metode observasi, wawancara, serta studi kepustakaan/literatur sebagai teknik pengumpulan datanya. Pemanfaatan AI degan menggunakan tools generative fill pada Adobe Photoshop merujuk pada pemanfaatan yang menggunakan kecerdasan buatan untuk membantu dalam proses pengeditan foto dan penciptaan gambar, seperti menghaluskan kulit dan menambah obyek atau menghilangkan obyek.
Pemanfaatan AI dalam karya foto wedding menunjukkan potensi besar teknologi ini dalam meningkatkan kreativitas dan efisiensi proses pembuatan foto. Menggunakan algoritma canggih, AI dapat membantu dalam pengeditan gambar, seperti penyesuaian pencahayaan, penghapusan objek yang tidak diinginkan, dan penyempurnaan warna, sehingga hasil akhir menjadi lebih menawan dan profesional. AI juga dapat menganalisis preferensi gaya dan tema pasangan, memberikan rekomendasi yang sesuai untuk menciptakan komposisi yang unik dan personal. Pemanfaatan AI tidak hanya memperkaya estetika visual dari karya foto wedding, tetapi juga meningkatkan pengalaman keseluruhan bagi pasangan yang merayakan cinta mereka, menjadikan momen spesial tersebut lebih tak terlupakan.
Unduhan
Referensi
Abdi, dkk. (2012). Photography From My Eyes. Elex Media Komputindo. Jakarta: PT. Elex. Media Komputindo.
Amir Hamzah Suleiman. (1987). Teknik Kamar Gelap untuk Fotografi. Jakarta : Gramedia.
Beaumont Newhall. (1937). A History of Photography: From 1839 to the Present. Publisher, Museum of Modern Art.
Bryan Peterson. (1990). Understanding Exposure. New York : Amphoto Books.
Bull, dkk. (2009). Photography. New York: Routledge. Campbell, Martin, Fabos.
Chris Milk. (2022).The Art of Immersive Storytelling. Publisher : HarperCollins.
Huboyo, dkk. (2011). Directing in Photography. Indonesia: Elex Media Komputindo. Jakarta: Elex Media.
John Szarkowski. (1973). Looking at Photographs. The Museum of Modern Art (MoMA).
Leah Bendavid-Val. (2003). National Geographic: The Photographs. National Geographic.
Makarios Soekojo. 2008. Fotografi Digital Artistik. Jakarta: Kelompok Gramedia.
Sarah Greenough. (2009). Looking In: Robert Frank's The Americans. National Gallery of Art.
Sendi Eka, dkk. (2015). Fotografi Dan Teknologi Dokumentasi. Penerbit. Kencana : Tahun Terbit. 2024.
Soeprapto, Soedjono. (2007). Pot-Pourri Fotografi. Jakarta : Universitas Trisakti .
##submission.downloads##
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 I Putu Miguel Davinda Artha, Cokorda Istri Puspawati Nindhia, I Komang Yorda Garmita

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.