Visualisasi Fotografi Cosplay Dengan Teknik Digital Imaging
DOI:
https://doi.org/10.59997/rjf.v5i1.5241Kata Kunci:
fotografi, cosplay, olah digitalAbstrak
Fotografi cosplay adalah pengembangan dari fotografi model fashion yang mengambil tema kartun jejepangan, dimana model akan memakai kostum dan berias layaknya karakter yang ada di sebuah animasi kartun Jepang (anime). Perbedaan fotografi cosplay dengan fotografi model fashion terletak pada pose model, di fotografi model fashion, model akan berpose untuk menunjukkan pesona pakaian yang model kenakan, sedangkan pada fotografi cosplay, model/cosplayer akan berpose sesuai dengan karakter yang dia perankan. Fotografi cosplay tidak hanya terbatas pada teknik fotografi saja, namun dapat diperluas dengan memberi elemen elemen digital yang memiliki keterkaitan dengan karakter yang diperankan. Tujuan ditambahkannya elemen digital tersebut adalah untuk menambah kekayaan visual dan menambah nilai estetika pada foto. Hal ini sangat bermanfaat untuk memperkaya ide ide kreatif fotografer dalam melakukan penciptaan foto cosplay agar tidak monoton. Hal itu membuat penulis tertarik melakukan penciptaan karya fotografi cosplay yang ditambahkan dengan polesan digital imaging, namun tidak mengubah background atau latar belakang tempat acara jejepangan yang digunakan untuk melakukan foto sesi. Dengan maksud, penulis hanya akan melakukan penambahan efek karakter pada foto. Penulis melakukan pengumpulan data dengan melakukan hunting foto di acara jejepangan dan menargetkan cosplayer yang memerankan karakter fantasi yang nantinya dapat diberikan efek sesuai karakter. Hasil yang dihasilkan berupa beberapa karya foto cosplay yang sebagian besar mengambil tampilan karakter dari kartun Jepang (Anime) dan komik jepang (manga) serta game yang diberi efek sesuai dengan karakter masing masing. Penulisan ini diharapkan dapat membuka wawasan baru tentang fotografi cosplay dan dapat menerapkannya untuk menambah nilai estetika pada foto nantinya.
Unduhan
Referensi
Baetty, Ajeng Nur, Maya Purnama Sari. 2022. ANALISIS SEMIOTIKA FOTOGRAFI HUMAN FIGURE PADA FOTO KARYA MAHASISWA PENDIDIKAN MULTIMEDIA UPI. Bandung.
Budiman, Kris. 2011. Semiotika Visual. JALASUTRA. Yogyakarta.
Dinata, I Putu Mahendra, I Made Saryana, Cokorda Istri Puspawati Nindhia. 2023. Penggunaan Lensa Fish Eey Pada Pemotretan Street Fashion Fotografi. Denpasar: Institut Seni Indonesia Denpasar.
Gonzales, Rafael C. ; Woods, Richard E. 2002. Digital Image Processing. New Jersey : Prentice-Hall, Inc.
Karyadi, Bambang. 2017. FOTOGRAFI: Belajar Fotografi. NahlMedia. Bogor.
Kelts, Roland, (2006), Japanamerican : how Japanese pop culture has invaded the U.S., Palgrave Macmillan.
Nugroho, R.Amien. 2006. KAMUS FOTOGRAFI. RAHMA SOLO. Solo.
Permatasari, Elysia Intan. 2017. “Kajian Eksistensialisme Jean Paul Sartre Pada Cosplayer Japanese Pop Culture”. (Skripsi). Yogyakarta, UGM.
Piliang, Yasraf Amir. 2003. Hipersemiotika: Tafsir Cultural Studies atas Matinya Makna. Jalasutra. Yogyakarta.
Rahman, O., L. Wing-sun., & B. H. Cheung. (2012). “Cosplay”: imaginative self and performing identity. Fashion Theory. 13(3): 317-342. doi: http://10.2752/175174112x13340749707204.
Rambey. Arbain, 2008. Soedjai Karta Sasmita di Belantara Fotografi Indonesia. Yogyakarta: BP ISI Yogyakarta dan LPP Yogyakarta.
Sadono, Jennifer Budiono, Bing Bedjo Tanudjaja, Baskoro Suryo Banindro. 2014. Universitas Kristen Petra. Siwalankerto.
Saraswati, N. S. (2010). Makna aktualisasi diri para cosplayer di Yogyakarta. Skripsi.Universitas Gajah Mada.
Setiawan, D. (2013). Dialektika Cosplay, Estetika, Dan Kebudayaan Di Indonesia. Corak, 2(1), 57–70. https://doi.org/10.24821/corak.v2i1.2329.
Soeprapto, Soedjono. 2007. Pot-Pourri Fotografi. Jakarta: Universitas Trisakti.
Soedjono, Soeprapto. April 2019. “Fotografi Surealisme Visualisasi Estetis Citra Fantasi Imajinasi” dalam Jurnal Rekam. XV/01. Yogyakarta: ADSMRI bersama FSMR ISI Yogyakarta.
Sukaya, Yaya. 2009. “Bentuk dan Metode dalam PenciptaanKarya Seni Rupa”. FPBS UPI
VISUALISASI DEWI PERTIWI DALAM FOTOGRAFI EKSPRESI. (2021). In RETINA JURNAL FOTOGRAFI (Vol. 1, Issue 2, pp. 88–101). https://jurnal2.isi-dps.ac.id/index.php/retina/.
Winge, T. (2006). Costuming the imagination: Origins of anime and manga cosplay. Mechademia: University of Minnesota Press, 1:65-76. doi: http://10.1353/mec.0.008.
W. J. S Poerwadarminta, Kamus Umum Bahasa Indonesia Edisi Ketiga, Balai Pustaka, Jakarta, h. 649.
Xie, Lvsha, (2005) “Qixanxi cosplay wenhua”(basic analysis of cosplay culture), China youth study, Vol.10, P52-54.
PT Global Sukses Digital. (2023). Sony A6400 Review, Harga dan Spesifikasi. Diakses pada tanggal 23 November 2024, dari https://doss.co.id/news/sony-a6400-review-harga-dan-spesifikasi?srsltid=AfmBOoo3jOmwdnOA3vRbQ0Hv1eIqSX7NIcxlrASXktjvop2aWwGpy46q
PT Global Sukses Digital. (2023). Beberapa Kelebihan Godox TT600 dari Pada Lampu Flash Biasa. Diakses pada tanggal 23 November 2024, dari https://www.doss.co.id/news/beberapa-kelebihan-godox-tt600-dari-pada-lampu-flash-biasa?srsltid=AfmBOoon2IS5Me11Ynhdp45ePyKRVOVC72kVVcsJajNYjzlepMCbyAKu.
##submission.downloads##
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Gusti Putu Tirta Rama Editama, I Made Saryana, I Komang Yorda Garmita

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.