Ciri Khas Kopi Arabika Pelaga dalam Foto Story

Penulis

  • I Wayan Sukerta Institut Seni Indonesia Bali
  • I Made Saryana Institut Seni Indonesia Bali
  • I Made Adi Dharmawan Institut Seni Indonesia Bali

DOI:

https://doi.org/10.59997/rjf.v6i1.6689

Kata Kunci:

kopi arabika, desa pelaga, foto story, budaya lokal

Abstrak

Kopi Arabika Pelaga merupakan salah satu komoditas unggulan Bali yang memiliki keunikan dari segi cita rasa, sistem budidaya, serta keterkaitannya dengan kondisi alam dan budaya masyarakat setempat. Namun, pemahaman terhadap proses dan nilai yang terkandung di balik produksi kopi Arabika Pelaga masih terbatas, terutama di kalangan generasi muda yang cenderung memandang kopi hanya sebagai produk konsumsi. Penciptaan karya ini bertujuan untuk mengangkat dan memvisualisasikan ciri khas Kopi Arabika Pelaga melalui pendekatan fotografi story sebagai bentuk komunikasi visual dan media interpretasi budaya lokal. Metode penciptaan yang diterapkan meliputi observasi lapangan, studi kepustakaan, wawancara dengan petani dan penggiat kopi, serta dokumentasi sebagai pendukung data visual. Pendekatan fotografi story digunakan untuk menghadirkan visual yang faktual dan autentik, dengan penerapan teori EDFAT dan estetika fotografi guna memperkuat penyusunan narasi visual. Hasil penciptaan berupa rangkaian karya fotografi story yang merepresentasikan proses kopi Arabika Pelaga, mulai dari kondisi lingkungan, aktivitas petani, proses panen dan pengolahan, hingga penyajian kopi sebagai produk akhir. Karya ini tidak hanya berfungsi sebagai dokumentasi visual, tetapi juga sebagai sarana penyampaian nilai budaya, identitas lokal, serta hubungan antara manusia dan alam yang membentuk karakter kopi Arabika Pelaga.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Ajidarma, S. G. (2016). Fotografi: Antara realitas dan imajinasi. Jakarta: Bentang Pustaka.

Aziz, A., Felix, J., & Sonia, C. R. (2017). Eksplorasi Visual Situ Cangkuang Dalam Fotografi Seni. Capture: Jurnal Seni Media Rekam, 9(1), 1–11

Chris Hart (1998). Doing a Literature Review: Releasing the Social Science Research Imagination. Sage Publications.

DuChemin, D. (2010). Within the Frame: The Journey of Photographic Vision. New Riders.

Freeman, M. (2012). The Photographer’s Story: The Art of Visual Narrative. Ilex Press.

Giwanda, G. (2001). Panduan praktis fotografi. Jakarta: Grasindo.

Lister, M., & Wells, L. (2021). Photography: A critical introduction (6th ed.). New York: Routledge.

Muzaifa, M. & Hasni, D. (2016). Exploration Study of Gayo Specialty Coffee (Coffea arabica L.): Chemical Compounds, Sensory Profile and Physical Appearance. Pakistan Journal of Nutrition, 15(5), 486-491.

Panggabean, T. (2018). Budidaya dan pengolahan kopi Arabika dan Robusta. Jakarta: Penebar Swadaya.

Rahman, M. A. (2008). Estetika dalam fotografi estetik. Bahasa dan Seni, 36(2), 178–185.

Soelarko. (1985). Foto Jurnalistik. Jakarta: PT Citra

Susanti, I. (2025). Penerapan Metode EDFAT pada Foto Jurnalistik oleh Batik Seraci Betawi Bekasi. Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya, 7(2), 426–436.

Tjin, E., & Mulyadi, E. (2014). Kamus Fotografi. Elex Media Komputindo.

Sumber Wawancara :

I Gede Setia Nugraha (36th.), Petani dan Penggiat kopi Arabika Pelaga sekaligus pemilik kedai kiadan Coffee, wawancara tanggal 27 November 2025 di rumahnya, Banjar Kiadan, Pelaga, Badung, Bali

Unduhan

Diterbitkan

08-02-2026

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

1 2 3 4 > >> 

Artikel Serupa

<< < 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.